Surat Al-Waqi'ah Ayat 49

QS. Al-Waqi'ah: 49 · Juz 27 · Makkiyah

قُلۡ إِنَّ ٱلۡأَوَّلِينَ وَٱلۡأٓخِرِينَ

Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn(a).

Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian,

Baca dalam Surat Al-Waqi'ah

Tafsir QS. Al-Waqi'ah: 49

Penjelasan ayat 49–57 sekaligus.

"Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada Hari Pembalasan.' Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbang-kit)?" (Al-Waqi'ah: 49-57).

(49-50) Maksudnya, katakanlah (wahai Muhammad) bahwa orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, me-reka semua akan dibangkitkan kembali oleh Allah سبحانه وتعالى dan mereka akan dikumpulkan pada waktu yang ditentukan di hari yang telah diketahui yang telah Allah takdirkan bagi para hambaNya ketika masa penciptaan telah berakhir, dan Allah سبحانه وتعالى akan membalas me-reka atas amal-amal yang telah mereka perbuat di dunia.

(51-53) ﴿ ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ﴾ "Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat," dari jalan hidayah dan mengikuti jalan ke-binasaan, ﴿ ٱلۡمُكَذِّبُونَ ﴾ "lagi mendustakan" Rasulullah a dan apa yang beliau bawa berupa kebenaran, janji dan ancaman, ﴿ لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ ﴾ "benar-benar akan memakan pohon zaqqum," yaitu pohon yang paling jelek, paling busuk baunya, dan buruk kelihatannya, ﴿ فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ﴾ "dan akan memenuhi perutmu dengannya." Yang mengharuskan me-reka memakannya meskipun begitu busuknya, adalah karena rasa lapar yang sangat yang membuat hati mereka bergejolak dan ham-pir-hampir membuat jantung mereka terpotong-potong. Makanan yang mereka konsumsi untuk menahan rasa lapar adalah makanan yang sama sekali tidak menggemukkan dan tidak pula menghilang-kan lapar.

(54-56) Dan minuman mereka juga adalah seburuk-buruk minuman, yaitu bahwa mereka minum (untuk mendorong) ma-kanan tersebut dengan air yang sangat panas yang mendidih di dalam perut, ﴿ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ ﴾ "seperti unta yang sangat haus minum," yakni, unta kehausan yang rasa hausnya telah memuncak, atau (bisa juga bermakna) bahwa ﴿ ٱلۡهِيمِ ﴾ adalah penyakit yang menyerang unta sehingga ia akan selalu kehausan meskipun telah minum air. ﴿ هَٰذَا ﴾ "Itulah" yakni makanan dan minuman tersebut merupa-kan ﴿ نُزُلُهُمۡ ﴾ "hidangan untuk mereka" maksudnya jamuan bagi mereka ﴿ يَوۡمَ ٱلدِّينِ ﴾ "pada Hari Pembalasan," yaitu jamuan yang telah mereka persembahkan untuk diri mereka sendiri dan mengutamakannya daripada jamuan Allah dan para waliNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا 107 خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يَبۡغُونَ عَنۡهَا حِوَلٗا 108 ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya." (Al-Kahfi: 107-108).

(57) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dalil secara akal yang menunjukkan (kebenaran) Hari Kebangkitan seraya berfirman, ﴿ نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ ﴾ "Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?" Maksudnya, Kami-lah yang telah menciptakan kalian setelah sebelumnya kalian bukan-lah sesuatu yang dapat disebut, (Kami telah menciptakan kalian) tanpa kelelahan maupun kecapaian, bukankah Allah Yang Maha-mampu melakukan itu semua juga mampu untuk menghidupkan kembali orang yang telah mati? Tentu, sesungguhnya Dia Maha-kuasa atas segala sesuatu. Oleh sebab itulah Allah سبحانه وتعالى mencela me-reka karena tidak mempercayai adanya Hari Kebangkitan sedang-kan mereka menyaksikan (tanda-tanda) yang lebih besar dan lebih kuat.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Waqi'ah: 49

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ghunnah (1).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini