Surat Ali 'Imran Ayat 197

QS. Ali 'Imran: 197 · Juz 4 · Madaniyah

مَتَٰعٞ قَلِيلٞ ثُمَّ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ

Matā‘un qalīl(un), ṡumma ma'wāhum jahannam(u), wa bi'sal-mihād(u).

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

Baca dalam Surat Ali 'Imran

Tafsir QS. Ali 'Imran: 197

Orang mukmin tidak perlu cemas, tidak perlu berkecil hati melihat kemewahan yang diperoleh orang kafir, musuh Tuhan itu, karena yang demikian adalah kesenangan yang tidak banyak berarti dibanding dengan pahala dan kesenangan yang disediakan untuk orang mukmin di akhirat nanti. Nabi Muhammad bersabda:

"Perbandingan hidup di dunia dengan hidup di akhirat hanyalah seperti jari tangan seseorang yang dimasukkan di dalam laut." (Riwayat Muslim).

Air yang menempel di jari, itulah dunia, dan air laut itulah akhirat. Hidup di dunia hanya sementara, karena mereka bersenang-senang hanya selama hidup saja, kemudian setelah meninggal, mereka akan ditempatkan di tempat yang seburuk-buruknya.

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Ali 'Imran: 197

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (2), ghunnah (2), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مَتَٰعٞ قَلِيلٞTanwin bertemu ق
  • قَلِيلٞ ثُمَّTanwin bertemu ث

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ثُمَّMim bertasydid
  • جَهَنَّمُۖNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱلۡمِهَادُد di akhir ayat (waqaf)