Surat An-Nisa' Ayat 47

QS. An-Nisa': 47 · Juz 5 · Madaniyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ ءَامِنُواْ بِمَا نَزَّلۡنَا مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبۡلِ أَن نَّطۡمِسَ وُجُوهٗا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدۡبَارِهَآ أَوۡ نَلۡعَنَهُمۡ كَمَا لَعَنَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلسَّبۡتِۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولًا

Yā ayyuhal-lażīna ūtul-kitāba āminū bimā nazzalnā muṣaddiqal limā ma‘akum min qabli an naṭmisa wujūhan fa naruddahā ‘alā adbārihā au nal‘anahum kamā la‘annā aṣḥābas-sabt(i), wa kāna amrullāhi maf‘ūlā(n).

Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur`ān) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

Baca dalam Surat An-Nisa'

Tafsir QS. An-Nisa': 47

"Hai orang-orang yang telah diberi al-Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al-Qur`an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk me-reka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada Hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku." (An-Nisa`: 47).

(47) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Ahli Kitab dari kaum Yahudi dan Nasrani untuk beriman kepada Rasul Muhammad ﷺ dan apa yang telah Allah turunkan kepadanya berupa al-Qur`an yang agung yang mencakup (isi) kitab-kitab selainnya dari kitab-kitab sebelumnya yang telah ia benarkan, sesungguhnya kitab-kitab itu telah mengabarkan tentang al-Qur`an, dan ketika terjadi apa yang dikabarkan, maka ia menjadi bukti akan kabar tersebut, dan se-sungguhnya bila mereka tidak beriman kepada al-Qur`an ini, maka sebenarnya mereka pun tidaklah beriman kepada kitab-kitab yang ada di tangan mereka, karena kitab-kitab Allah sebagiannya mem-benarkan sebagian yang lain, dan sebagiannya berkesesuaian dengan sebagian yang lain, maka pengakuan beriman kepada sebagiannya tanpa mengimani sebagian yang lain adalah sebuah pengakuan yang batil yang tidak mungkin dapat dipercaya. Dan dalam FirmanNya, ﴿ ءَامِنُواْ بِمَا نَزَّلۡنَا مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُم ﴾ "Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al-Qur`an) yang membe-narkan Kitab yang ada pada kamu." Ini adalah sebuah anjuran untuk mereka, dan bahwa yang sepatutnya mereka lakukan adalah bersegera beriman sebelum kaum lain selain mereka, dikarenakan Allah telah menganugerahkan nikmat kepada mereka berupa ilmu dan kitab yang mengharuskan apa yang wajib atas mereka adalah lebih besar daripada selain mereka, karena itulah Allah mengancam mereka bila tidak beriman dalam FirmanNya, ﴿ مِّن قَبۡلِ أَن نَّطۡمِسَ وُجُوهٗا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدۡبَارِهَآ ﴾ "Sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang," ini merupakan balasan terhadap apa yang sesuai dengan jenis amalan mereka, sebagaimana mereka meninggalkan kebenaran dan lebih mendahulukan kebatilan, mereka memutar-balikkan hakikat yang sebenarnya hingga mereka menjadikan yang batil menjadi benar dan yang benar menjadi batil, akhirnya mereka diberikan balasan sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat yaitu dengan merubah wajah-wajah mereka sebagaimana mereka merubah kebenaran, dan memutarnya ke belakang pung-gung mereka yaitu menjadikan wajah mereka berada pada tengkuk mereka, dan hal ini merupakan suatu hal yang paling jelek. ﴿ أَوۡ نَلۡعَنَهُمۡ كَمَا لَعَنَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلسَّبۡتِۚ ﴾ "Atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu," yaitu dengan mengusir mereka dari rahmat Allah dan menghukum mereka dengan cara menjadikan mereka kera-kera, sebagaimana yang dilakukan juga kepada saudara-saudara mereka yang telah melampaui batas pada hari Sabtu, maka Kami berfirman kepada mereka, jadilah kalian kera-kera yang terhina. ﴿ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولًا ﴾ "Dan ketetapan Allah pasti berlaku" seperti FirmanNya, ﴿ إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ 82 ﴾ "Sesungguhnya keadaanNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (Yasin: 82).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nisa': 47

Ayat ini memuat 10 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (3), ghunnah (1), qalqalah (4).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِّن قَبۡلِNun mati bertemu ق
  • وُجُوهٗا فَنَرُدَّهَاTanwin bertemu ف

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • مُصَدِّقٗا لِّمَاTanwin bertemu ل
  • مَعَكُم مِّنMim mati bertemu م
  • أَن نَّطۡمِسَNun mati bertemu ن

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • لَعَنَّآNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلِب mati
  • نَّطۡمِسَط mati
  • أَدۡبَارِهَآد mati
  • ٱلسَّبۡتِۚب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini