Surat An-Nisa' Ayat 48

QS. An-Nisa': 48 · Juz 5 · Madaniyah

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا

Innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dūna żālika limay yasyā'(u), wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman ‘aẓīmā(n).

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Baca dalam Surat An-Nisa'

Tafsir QS. An-Nisa': 48

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An-Nisa`: 48).

(48) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan mengampuni seseorang yang menyekutukanNya dengan sesuatu pun dari para makhluk dan Dia mengampuni dosa-dosa selain dari syirik, baik dosa yang kecil maupun yang besar. Yang demi-kian itu adalah menurut kehendakNya dalam mengampuninya, yaitu bila hikmahNya telah menentukan untuk mengampuninya. Adapun dosa-dosa selain syirik, sesungguhnya Allah telah menjadi-kan baginya banyak sekali sebab-sebab pengampunannya, seperti kebaikan-kebaikan yang menggugurkan dosa, musibah-musibah yang menghapus dosa di dunia, alam barzakh dan di Hari Kiamat, atau seperti doa sebagian kaum Mukminin untuk sebagian yang lain, atau dengan syafa'atnya orang-orang yang memberi syafa'at, dan yang lebih dari semua itu adalah rahmat Allah, di mana yang paling berhak mendapatkannya adalah para ahli iman dan tauhid. Berbeda halnya dengan kesyirikan, sesungguhnya seorang musyrik telah menutup pintu-pintu ampunan bagi dirinya sendiri, dan juga telah mengunci rapat pintu-pintu rahmat, sehingga tidak akan berguna bagi mereka segala ketaatan selain dari ketauhidan, dan musibah-musibah tidak bermanfaat sama sekali baginya, ﴿ فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ 100 وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ 101 ﴾ "Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa'at seorang pun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab." (Asy-Syu'ara`: 100-101). Oleh karena itulah Allah berfirman, ﴿ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ﴾ "Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah ber-buat dosa yang besar," maksudnya, ia telah berbuat kejahatan yang besar, dan kezhaliman apa lagi yang paling besar dari orang yang menyamakan antara seorang makhluk yang berasal dari tanah, yang memiliki kekurangan dari segala aspeknya, di mana dirinya sendiri sangat fakir dari segala sisi, yang tidak memiliki apa pun bagi dirinya apalagi untuk orang yang menyembahnya, di mana dia tidak mampu mendatangkan manfaat, bahaya, dan tidak pula mampu mematikan, menghidupkan, apalagi membangkitkan, dengan sang Pencipta segala sesuatu, yang Mahasempurna dari segala aspeknya, di mana DiriNya Mahakaya dan tidak butuh ke-pada seluruh makhluk, yang pada TanganNya ada manfaat, bahaya, pemberian maupun peniadaan, dan yang tiada suatu nikmat pun yang dirasakan oleh seluruh makhluk kecuali dariNya سبحانه وتعالى. Maka adakah suatu hal yang lebih besar dari kezhaliman itu? Oleh karena itu Allah menetapkan bahwa pelakunya abadi dalam siksa neraka dan diharamkan mendapatkan pahala, ﴿ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ ﴾ "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka." (Al-Ma`idah: 72). Ayat yang mulia ini berlaku bagi selain orang yang bertaubat, adapun orang yang bertaubat, maka akan diampuni baginya, baik dosa syirik ataupun dosa selainnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴿ قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ ﴾ "Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Se-sungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya'." (Az-Zumar: 53), yaitu bagi orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nisa': 48

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (3), ghunnah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • أَن يُشۡرَكَNun mati bertemu ي
  • لِمَن يَشَآءُۚNun mati bertemu ي
  • وَمَن يُشۡرِكۡNun mati bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini