Surat Ar-Rahman Ayat 25
QS. Ar-Rahman: 25 · Juz 27 · Madaniyah
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Baca dalam Surat Ar-RahmanQS. Ar-Rahman: 25 · Juz 27 · Madaniyah
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Baca dalam Surat Ar-RahmanAyat ini menantang jin dan mansuia agar menerangkan nikmat yang mereka dustakan sebagai berikut: Siapakah yang menciptakan bahan-bahan pembuatan bahtera itu? Atau bagaimanakah membuatnya? Apakah mereka kira bahwa iman kepada Allah sudah cukup dengan hanya bersyukur atas nikmatnikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka? Apakah matahari, bulan dan bintang, pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan, dan bijibijian, sungai-sungai dan lautan-lautan, mutiara dan marjan dijadikan-Nya untuk orang-orang yang tidak berakal? Atau dijadikanNya bagi orang-orang yang pandai bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat yang diberikan-Nya? Dan bagaimanakah mereka akan bersyukur kepada-Nya bila mereka tidak mengetahuinya?
Penjelasan ayat 24–25 sekaligus.
"Dan kepunyaanNya-lah bahtera-bahtera yang tinggi layar-nya di lautan laksana gunung-gunung. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 24-25).
(24-25) Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menciptakan bagi para ham-baNya bahtera-bahtera yang mengarungi dan memecah lautan dengan izin Allah, yang mana bahtera-bahtera tersebut dibuat oleh manusia sehingga karena besarnya laksana al-A'lam, yaitu gunung-gunung yang menjulang tinggi. Kemudian manusia menaikinya dan membawa di atasnya segala macam barang dagangan mereka serta segala sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok mereka. Dan sungguh Allah Sang Penjaga langit dan bumi telah menjaga dan memeliharanya, hal itu merupakan nikmat Allah yang sangat agung. Oleh sebab itu Dia سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴾ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.