Surat Ar-Rahman Ayat 34
QS. Ar-Rahman: 34 · Juz 27 · Madaniyah
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Baca dalam Surat Ar-RahmanQS. Ar-Rahman: 34 · Juz 27 · Madaniyah
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Baca dalam Surat Ar-RahmanDalam ayat ini Allah bertanya kepada jin dan manusia yang berbuat jahat kemudian bertobat, lalu diterima oleh Allah tobatnya, bukankah itu merupakan nikmat? Sebelum itu Allah mengancam orang-orang yang berbuat jahat. Karenanya nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan.
Penjelasan ayat 33–34 sekaligus.
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 33-34).
(33-34) Maksudnya, apabila Allah سبحانه وتعالى mengumpulkan me-reka semua di Hari Kiamat kelak, Allah kemudian mengabarkan kepada mereka akan ketidakberdayaan dan kelemahan mereka serta kesempurnaan kekuatan Allah dan berlakunya kehendak dan kekuasaanNya. Dia سبحانه وتعالى berfirman dengan menyatakan ketidakber-dayaan mereka, ﴿ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) pen-juru langit dan bumi," maksudnya, (jika kalian) menemukan jalan keluar sehingga kalian bisa melewatinya untuk keluar dari kerajaan dan kekuasaan Allah, ﴿ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ ﴾ "maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan" maksudnya, kalian tidak akan bisa keluar darinya melainkan dengan kekuatan dan kemampuan yang sempurna. Namun bagaimana mungkin mereka bisa melakukan itu semua, sedangkan mereka sendiri sama sekali tidak mampu mendatangkan suatu kemanfaatan pun bagi dirinya, tidak memiliki kuasa untuk (menolak) kemudaratan dari dirinya, tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak pula membang-kitkan. Pada hari itu tidak ada seorang pun yang (dapat) berbicara kecuali dengan izinNya, engkau tidak akan mendengar kecuali bisikan saja. Pada hari itu akan sama antara raja dengan rakyat, antara pimpinan dengan yang dipimpin dan antara yang kaya dengan yang miskin.
Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang telah Dia siapkan untuk mereka di hari itu,
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.