الذّٰريٰت

Surat Az-Zariyat

Angin yang Menerbangkan · 60 ayat · Makkiyah · Juz 26–27

Tentang surat ini

Surat Adz Dzaariyaat terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Ahqaaf. Dinamai Adz Dzaariyaat (angin yang menerbangkan), diambil dari perkataan Adz Dzaariyaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah bersumpah dengan angin, mega, bahtera, dan malaikat yang menjadi sumber kesejahteraan dan pembawa kemakmuran. Hal ini meng- isyaratkan inayat Allah kepada hamba-hamba-Nya.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلذَّٰرِيَٰتِ ذَرۡوٗا

Waż-żāriyāti żarwā(n).

Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat,

فَٱلۡحَٰمِلَٰتِ وِقۡرٗا

Fal-ḥāmilāti wiqrā(n).

dan awan yang mengandung hujan,

فَٱلۡجَٰرِيَٰتِ يُسۡرٗا

Fal-jāriyāti yusrā(n).

dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah,

فَٱلۡمُقَسِّمَٰتِ أَمۡرًا

Fal-muqassimāti amrā(n).

dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٞ

Innamā tū‘adūna laṣādiq(un).

sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,

وَإِنَّ ٱلدِّينَ لَوَٰقِعٞ

Wa innad-dīna lawāqi‘(un).

dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلۡحُبُكِ

Was-samā'i żātil-ḥubuk(i).

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,

إِنَّكُمۡ لَفِي قَوۡلٖ مُّخۡتَلِفٖ

Innakum lafī qaulim mukhtalif(in).

sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat,

يُؤۡفَكُ عَنۡهُ مَنۡ أُفِكَ

Yu'faku ‘anhu man ufik(a).

dipalingkan darinya (rasul dan Al-Qur`ān) orang yang dipalingkan.

قُتِلَ ٱلۡخَرَّٰصُونَ

Qutilal-kharrāṣūn(a).

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,

ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي غَمۡرَةٖ سَاهُونَ

Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).

(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai,

يَسۡـَٔلُونَ أَيَّانَ يَوۡمُ ٱلدِّينِ

Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).

mereka bertanya, "Bilakah hari pembalasan itu?"

يَوۡمَ هُمۡ عَلَى ٱلنَّارِ يُفۡتَنُونَ

Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).

(Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.

ذُوقُواْ فِتۡنَتَكُمۡ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ

Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).

(Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan".

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyūn(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,

ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُحۡسِنِينَ

Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a).

sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.

كَانُواْ قَلِيلٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِ مَا يَهۡجَعُونَ

Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a).

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.

وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ

Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).

Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).

وَفِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ

Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

وَفِي ٱلۡأَرۡضِ ءَايَٰتٞ لِّلۡمُوقِنِينَ

Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,

وَفِيٓ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ

Wa fī anfusikum, afalā tubṣirūn(a).

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

وَفِي ٱلسَّمَآءِ رِزۡقُكُمۡ وَمَا تُوعَدُونَ

Wa fis-samā'i rizqukum wa mā tū‘adūn(a).

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.

فَوَرَبِّ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ إِنَّهُۥ لَحَقّٞ مِّثۡلَ مَآ أَنَّكُمۡ تَنطِقُونَ

Fa wa rabbis-samā'i wal-arḍi innahū laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqūn(a).

Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi), seperti perkataan yang kamu ucapkan.

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ

Hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn(a).

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrāhīm (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗاۖ قَالَ سَلَٰمٞ قَوۡمٞ مُّنكَرُونَ

Iż dakhalū ‘alaihi fa qālū salāmā(n), qāla salām(un), qaumum munkarūn(a).

(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salāman". Ibrāhīm menjawab, "Salāmun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal".

فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجۡلٖ سَمِينٖ

Farāga ilā ahlihī fa jā'a bi‘ijlin samīn(in).

Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),

فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيۡهِمۡ قَالَ أَلَا تَأۡكُلُونَ

Fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta'kulūn(a).

lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrāhīm lalu berkata, "Silakan kamu makan".

فَأَوۡجَسَ مِنۡهُمۡ خِيفَةٗۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ

Fa aujasa minhum khīfah(tan), qālū lā takhaf, wa basysyarūhu bigulāmin ‘alīm(in).

(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrāhīm merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Isḥāq).

فَأَقۡبَلَتِ ٱمۡرَأَتُهُۥ فِي صَرَّةٖ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيمٞ

Fa aqbalatimra'atuhū fī ṣarratin fa ṣakkat wajhahā wa qālat ‘ajūzun ‘aqīm(un).

Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".

قَالُواْ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡعَلِيمُ

Qālū każālik(i), qāla rabbuk(i), innahū huwal-ḥakīmul-‘alīm(u).

Mereka berkata, "Demikianlah Tuhan-mu memfirmankan. " Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

۞ قَالَ فَمَا خَطۡبُكُمۡ أَيُّهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ

Qāla famā khaṭbukum ayyuhal-mursalūn(a).

Ibrāhīm bertanya, "Apakah urusanmu, hai para utusan?"

قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٖ مُّجۡرِمِينَ

Qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn(a).

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lūṭ),

لِنُرۡسِلَ عَلَيۡهِمۡ حِجَارَةٗ مِّن طِينٖ

Linursila ‘alaihim ḥijāratam min ṭīn(in).

agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah (yang keras),

مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلۡمُسۡرِفِينَ

Musawwamatan ‘inda rabbika lil-musrifīn(a).

yang ditandai di sisi Tuhan-mu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas".

فَأَخۡرَجۡنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Fa akhrajnā man kāna fīhā minal-mu'minīn(a).

Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lūṭ itu.

فَمَا وَجَدۡنَا فِيهَا غَيۡرَ بَيۡتٖ مِّنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

Famā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn(a).

Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri.

وَتَرَكۡنَا فِيهَآ ءَايَةٗ لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ

Wa taraknā fīhā āyatal lil-lażīna yakhāfūnal-‘ażābal-alīm(a).

Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.

وَفِي مُوسَىٰٓ إِذۡ أَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ

Wa fī mūsā iż arsalnāhu ilā fir‘auna bisulṭānim mubīn(in).

Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firʻawn dengan membawa mukjizat yang nyata.

فَتَوَلَّىٰ بِرُكۡنِهِۦ وَقَالَ سَٰحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٞ

Fa tawallā biruknihī wa qāla sāḥirun au majnūn(un).

Maka dia (Firʻawn ) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata, "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".

فَأَخَذۡنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٞ

Fa akhażnāhu wa junūdahū fanabażnāhum fil-yammi wa huwa mulīm(un).

Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.

وَفِي عَادٍ إِذۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلرِّيحَ ٱلۡعَقِيمَ

Wa fī ‘ādin iż arsalnā ‘alaihimur-rīḥal-‘aqīm(a).

Dan juga pada (kisah) ʻĀd ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,

مَا تَذَرُ مِن شَيۡءٍ أَتَتۡ عَلَيۡهِ إِلَّا جَعَلَتۡهُ كَٱلرَّمِيمِ

Mā tażaru min syai'in atat ‘alaihi illā ja‘alathu kar-ramīm(i).

angin itu tidak membiarkan satu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.

وَفِي ثَمُودَ إِذۡ قِيلَ لَهُمۡ تَمَتَّعُواْ حَتَّىٰ حِينٖ

Wa fī ṡamūda iż qīla lahum tamatta‘ū ḥattā ḥīn(in).

Dan pada (kisah) kaum Ṡamūd ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu".

فَعَتَوۡاْ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِمۡ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَهُمۡ يَنظُرُونَ

Fa‘atau ‘an amri rabbihim fa akhażathumuṣ-ṣā‘iqatu wa hum yanẓurūn(a).

Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan-nya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.

فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مِن قِيَامٖ وَمَا كَانُواْ مُنتَصِرِينَ

Famastaṭā‘ū min qiyāmiw wa mā kānū muntaṣirīn(a).

Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,

وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ

Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū qauman fāsiqīn(a).

dan (Kami membinasakan) kaum Nūḥ sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

وَٱلسَّمَآءَ بَنَيۡنَٰهَا بِأَيۡيْدٖ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Was-samā'a banaināhā bi'aidiw wa innā lamūsi‘ūn(a).

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa

وَٱلۡأَرۡضَ فَرَشۡنَٰهَا فَنِعۡمَ ٱلۡمَٰهِدُونَ

Wal-arḍa farasynāhā fa ni‘mal-māhidūn(a).

Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).

وَمِن كُلِّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ

Wa min kulli syai'in khalaqnā zaujaini la‘allakum tażakkarūn(a).

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ

Fa firrū ilallāh(i), innī lakum minhu nażīrum mubīn(un).

Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

وَلَا تَجۡعَلُواْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ

Wa lā taj‘alū ma‘allāhi ilāhan ākhar(a), innī lakum minhu nażīrum mubīn(un).

Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُواْ سَاحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٌ

Każālika mā atal-lażīna min qablihim mir rasūlin illā qālū sāḥirun au majnūn(un).

Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".

أَتَوَاصَوۡاْ بِهِۦۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ

Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).

Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَمَآ أَنتَ بِمَلُومٖ

Fa tawalla ‘anhum famā anta bimalūm(in).

Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela.

وَذَكِّرۡ فَإِنَّ ٱلذِّكۡرَىٰ تَنفَعُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Wa żakkir fa innaż-żikra tanfa‘ul-mu'minīn(a).

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn(i).

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٖ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ

Mā urīdu minhum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ‘imūn(i).

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ

Innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn(u).

Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi sangat kukuh.

فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذَنُوبٗا مِّثۡلَ ذَنُوبِ أَصۡحَٰبِهِمۡ فَلَا يَسۡتَعۡجِلُونِ

Fa inna lil-lażīna ẓalamū żanūbam miṡla żanūbi aṣḥābihim falā yasta‘jilūn(i).

Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.

فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن يَوۡمِهِمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ

Fa wailul lil-lażīna kafarū miy yaumihimul-lażī yū‘adūn(a).

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.

Terjemahan dari King Fahad Quran Complex; latin dari Kementerian Agama RI. Audio murattal dari everyayah.com. Arti dan suara per kata dari quran.com.

Ayat 1

Hanya tersimpan di perangkat ini, tidak diunggah.

Tafsir

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini