Surat Hud Ayat 78

QS. Hud: 78 · Juz 12 · Makkiyah

وَجَآءَهُۥ قَوۡمُهُۥ يُهۡرَعُونَ إِلَيۡهِ وَمِن قَبۡلُ كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطۡهَرُ لَكُمۡۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخۡزُونِ فِي ضَيۡفِيٓۖ أَلَيۡسَ مِنكُمۡ رَجُلٞ رَّشِيدٞ

Wa jā'ahū qaumuhū yuhra‘ūna ilaih(i), wa min qablu kānū ya‘malūnas-sayyi'āt(i), qāla yā qaumi hā'ulā'i banātī hunna aṭharu lakum fattaqullāha wa lā tukhzūni fī ḍaifī, alaisa minkum rajulur rasyīd(un).

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lūṭ berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"

Baca dalam Surat Hud

Tafsir QS. Hud: 78

Penjelasan ayat 69–83 sekaligus.

" Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, 'Selamat.' Ibrahim menjawab, 'Selamatlah,' maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang." (Hud:69) "Maka tatkala dia melihat tangan mereka tidak menjamah-nya, Ibrahim mencurigai perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, 'Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.' Dan istrinya berdiri (di sampingnya) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak, dan dari Ishak (akan lahir putranya), Ya'qub. Istrinya ber-kata, 'Sungguh mengherankan, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan yang sudah tua pula. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.' Para malaikat itu berkata, 'Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah. (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkahanNya, dicurahkan atas kamu, hai Ahlul Bait! Sesung-guhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.' Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth. Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah." (Hud: 70-75) "Hai Ibrahim, tinggalkanlah tanya jawab ini. Sesungguhnya telah datang ketetapan Rabbmu. Dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak. Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, 'Ini adalah hari yang amat sulit.' Dan datanglah kepa-danya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, 'Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemar-kan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal.' Mereka menjawab, 'Sungguh kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki'." (Hud: 76-79) "Luth berkata, 'Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).' Para utusan (malaikat) berkata, 'Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam, dan janganlah seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu Shubuh, bukankah Shubuh itu sudah dekat. Maka tatkala datang azab Kami, maka Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zhalim." (Hud: 80-83)

(69) ﴿ وَلَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُنَآ ﴾ "Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada", ﴿ إِبۡرَٰهِيمَ ﴾ Ibrahim", al-Khalil Rasul Kami, ﴿ بِٱلۡبُشۡرَىٰ ﴾ "dengan membawa kabar gembira." Yakni kabar gembira seorang anak, ketika Allah mengutus mereka untuk mem-binasakan kaum Luth. Allah memerintahkan mereka agar singgah pada Ibrahim untuk menyampaikan berita gembira dengan lahir-nya Ishaq. Ketika para malaikat itu datang kepada Ibrahim, ﴿ قَالُواْ سَلَٰمٗاۖ قَالَ سَلَٰمٞۖ ﴾ "mereka mengucapkan, 'Salaman' (selamat). Ibrahim menjawab, 'Salamun' (selamatlah)." Maksudnya para malaikat itu mengucapkan salam, dan Ibrahim menjawab salamnya. Ini menunjukkan disya-riatkannya memberi salam. Ia adalah syariat agama Ibrahim عليه السلام, ia diucapkan sebelum berbicara. Hendaknya jawaban salam lebih mendalam daripada memberi salam, karena salam mereka meng-gunakan jumlah fi'liyah (kalimat verbal) yang menunjukkan peru-bahan kepada yang baru, dan jawabannya menggunakan kalimat ismiyah (kalimat non verbal) yang menunjukkan ketetapan dan ke-langgengan. Terdapat perbedaan besar di antara keduanya sebagai-mana hal itu diketahui dalam ilmu bahasa Arab. ﴿ فَمَا لَبِثَ ﴾ "Maka tidak lama", setelah mereka, datanglah Ibrahim ﴿ أَن جَآءَ بِعِجۡلٍ حَنِيذٖ ﴾ "menyu-guhkan daging anak sapi yang dipanggang." Maksudnya dia langsung menghadirkan untuk tamu-tamunya daging anak sapi yang gemuk yang dibakar di atas batu panas. Ibrahim menyuguhkannya seraya berkata, "Makanlah."

(70) ﴿ فَلَمَّا رَءَآ أَيۡدِيَهُمۡ لَا تَصِلُ إِلَيۡهِ ﴾ "Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya", yakni hidangan tersebut ﴿ نَكِرَهُمۡ وَأَوۡجَسَ مِنۡهُمۡ خِيفَةٗۚ ﴾ "Ibrahim mencurigai perbuatan mereka." Ibrahim mengira mereka ha-dir dengan tujuan buruk, itu sebelum dia mengetahui siapa mereka, maka mereka berkata, ﴿ لَا تَخَفۡ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمِ لُوطٖ ﴾ "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth." Maksudnya, kami adalah utusan Allah, Allah mengutus kami untuk membinasakan kaum Luth.

(71) ﴿ وَٱمۡرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٞ ﴾ "Dan istrinya berdiri (di balik tirai)", melayani tamu. ﴿ فَضَحِكَتۡ ﴾ "Lalu dia tersenyum." Takjub ketika mendengar kata-kata mereka dan tugas yang mereka bawa. ﴿ فَبَشَّرۡنَٰهَا بِإِسۡحَٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسۡحَٰقَ يَعۡقُوبَ ﴾ "Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya), Ya'qub."

(72) Istri Ibrahim kaget dengan hal itu, d a n ﴿ قَالَتۡ يَٰوَيۡلَتَىٰٓ ءَأَلِدُ وَأَنَا۠ عَجُوزٞ وَهَٰذَا بَعۡلِي شَيۡخًاۖ ﴾ "Istrinya berkata, 'Sungguh mengherankan, mungkin-kah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?" Kedua per-kara ini menghalangi lahirnya anak. ﴿ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عَجِيبٞ ﴾ "Sesungguh-nya ini benar-benar suatu yang sangat aneh."

(73) ﴿ قَالُوٓاْ أَتَعۡجَبِينَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۖ ﴾ "Para malaikat itu berkata, 'Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah?" KetetapanNya tidaklah meng-herankan karena keinginanNya pada segala sesuatu pasti terlaksana, tidak ada yang mengherankan sedikit pun pada kodratNya khu-susnya sesuatu yang Dia atur dan tetapkan untuk penghuni rumah yang penuh berkah ini. ﴿ رَحۡمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِۚ ﴾ "(Itu adalah) rahmat Allah dan keberkahanNya, terlimpahkan atas kalian hai Ahlul Bait," mak-sudnya, senantiasa rahmatNya, kebaikanNya dan keberkahanNya yang merupakan tambahan dari kebaikanNya dan turunnya ke-baikan Ilahi kepada hamba (semua itu) selalu dicurahkan kepadamu hai Ahlul Bait. ﴿ إِنَّهُۥ حَمِيدٞ مَّجِيدٞ ﴾ "Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." Dzat yang sifat-sifatNya terpuji karena sifat-sifat-Nya adalah sifat kesempurnaan, Dzat yang perbuatanNya terpuji karena perbuatanNya adalah kebaikan, kemuliaan, kemurahan, hikmah dan keadilan serta keberimbangan. ﴿ مَّجِيدٞ ﴾ "Lagi Maha Pemu-rah." Al-Majdu adalah keagungan dan keluasan sifat, Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan, dan Dia memiliki dari sifat-sifat kesem-purnaan itu sifat yang tersempurna dan terluas.

(74) ﴿ فَلَمَّا ذَهَبَ عَنۡ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلرَّوۡعُ ﴾ "Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim", ketakutan yang menghinggapinya karena tamu-tamunya, ﴿ وَجَآءَتۡهُ ٱلۡبُشۡرَىٰ ﴾ "dan berita gembira telah datang kepadanya", yaitu berita kelahiran anak, maka Ibrahim pada saat itu beralih kepada tema dialog kerasulan (dengan para malaikat itu) tentang dibinasakan-nya umat Luth, dia berkata kepada mereka, ﴿ إِنَّ فِيهَا لُوطٗاۚ قَالُواْ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَن فِيهَاۖ لَنُنَجِّيَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ ﴾ "Sesungguhnya di kota itu ada Luth." Para malaikat berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya." (Al-An-kabut: 32).

(75) ﴿ إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ ﴾ "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar se-orang yang penyantun." Yakni pemilik akhlak yang baik, dada yang lapang dan tidak marah ketika terjadi kejahilan dari orang-orang yang jahil. ﴿ أَوَّٰهٞ ﴾ "Lagi penghiba." Yakni orang yang merendahkan diri kepada Allah dalam setiap waktu, ﴿ مُّنِيبٞ ﴾ "dan suka kembali ke-pada Allah," dengan mengetahuiNya, mencintaiNya, menghadap kepadaNya dan berpaling dari selainNya. Oleh karena itu, dia men-debat orang yang ditetapkan binasa oleh Allah.

(76) Dikatakan kepada Ibrahim, ﴿ يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ أَعۡرِضۡ عَنۡ هَٰذَآۖ ﴾ "Hai Ibra-him, tinggalkanlah tanya jawab ini, yakni berdebat, ﴿ إِنَّهُۥ قَدۡ جَآءَ أَمۡرُ رَبِّكَۖ ﴾ sesungguhnya telah datang ketetapan Rabbmu", untuk membinasakan mereka. ﴿ وَإِنَّهُمۡ ءَاتِيهِمۡ عَذَابٌ غَيۡرُ مَرۡدُودٖ ﴾ "Dan sesungguhnya mereka itu akan dida-tangi azab yang tidak dapat ditolak." Sehingga debatmu tidak berguna.

(77) ﴿ وَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَا ﴾ "Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu." Para malaikat yang sebelumnya hadir kepada Ibrahim, ketika mereka datang kepada ﴿ لُوطٗا سِيٓءَ بِهِمۡ ﴾ "Luth, dia merasa susah." Yakni kedatangan mereka membuatnya berat.﴿ وَضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعٗا وَقَالَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَصِيبٞ ﴾ "Dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, 'Ini adalah hari yang amat sulit'." Yakni benar-benar sulit karena dia tahu pasti bahwa kaumnya tidak membiarkan mereka, karena mereka hadir dalam bentuk pemuda yang mulus tak ber-kumis dan berjanggut dan sangat tampan.

(78) Oleh karena itu, apa yang terlintas di benaknya benar-benar terjadi maka ﴿ وَجَآءَهُۥ قَوۡمُهُۥ يُهۡرَعُونَ إِلَيۡهِ ﴾ "datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas." Yakni dengan cepat dan tergesa-gesa meng-inginkan perbuatan keji yang mereka lakukan kepada tamu-tamu-nya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ وَمِن قَبۡلُ كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ﴾ "Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji." Yaitu perbuatan keji yang tidak seorang pun di dunia ini yang men-dahului mereka dalam hal tersebut. ﴿ قَالَ يَٰقَوۡمِ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطۡهَرُ لَكُمۡۖ ﴾ "Luth berkata, 'Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri)ku, mereka lebih suci bagimu'," daripada tamu-tamuku –ini seperti Sulaiman yang mena-warkan kepada dua orang wanita yang bersengketa pada seorang anak agar anak itu dibelah menjadi dua untuk menyingkap kebe-naran– dan karena Luth mengetahui bahwa putri-putri (negeri)nya tidak akan mereka dapatkan dan mereka tidak berhak pada mereka, dan tujuan besar dari Luth adalah menolak perbuatan keji yang besar ini. ﴿ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخۡزُونِ فِي ضَيۡفِيٓۖ ﴾ "Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini." Yaitu dengan cara jagalah ketakwaan kepada Allah atau hargailah tamu-tamuku, jangan kalian membuatku malu di hadapan mereka.﴿ أَلَيۡسَ مِنكُمۡ رَجُلٞ رَّشِيدٞ ﴾ "Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" Yang melarang dan mencegahmu. Ini adalah dalil atas pengabaian dan penyimpangan mereka dari kebaikan dan karakter pribadi.

(79) ﴿ قَالُواْ ﴾ "Mereka menjawab", kepadanya. ﴿ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنۡ حَقّٖ وَإِنَّكَ لَتَعۡلَمُ مَا نُرِيدُ ﴾ "Sungguh kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." Maksudnya, kami hanya menginginkan laki-laki, kami tidak menginginkan pe-rempuan.

(80) Luth عليه السلام semakin cemas saja, maka dia berkata, ﴿ قَالَ لَوۡ أَنَّ لِي بِكُمۡ قُوَّةً أَوۡ ءَاوِيٓ إِلَىٰ رُكۡنٖ شَدِيدٖ 80 ﴾ "Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)." Seperti kabilah yang tangguh, niscaya aku akan melarang kalian. Ini adalah berdasarkan sebab-sebab yang kongkret, jika tidak, maka dia berlindung kepada tempat sandaran terkuat, yaitu Allah yang tak seorang pun mampu melawanNya.

(81) Oleh karena itu, ketika urusannya telah memuncak dan perkaranya bertambah sulit, ﴿ قَالُواْ ﴾ "para utusan (malaikat) berkata" kepada Luth, ﴿ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ ﴾ "Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu." Maksudnya, mereka membuka identitas mereka agar Luth tenang hatinya. ﴿ لَن يَصِلُوٓاْ إِلَيۡكَۖ ﴾ "Sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu", dengan keburukan, kemudian Jibril berkata dengan menggerakkan sayapnya, lalu dia menyapu mata mereka. Lalu mereka beranjak pergi dengan mengancam Luth (untuk mem-balas) pada waktu hadirnya Shubuh. Para malaikat memerintahkan Luth agar membawa keluarganya pergi ﴿ بِقِطۡعٖ مِّنَ ٱلَّيۡلِ ﴾ "di akhir malam," jauh sebelum Shubuh (tiba) agar bisa menjauhi desa mereka. ﴿ وَلَا يَلۡتَفِتۡ مِنكُمۡ أَحَدٌ ﴾ "Dan janganlah seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang." Yakni cepat-cepatlah pergi, yang penting kamu selamat, janganlah menengok ke belakang. ﴿ إِلَّا ٱمۡرَأَتَكَۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا ﴾ "Kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa" azab ﴿ مَآ أَصَابَهُمۡۚ ﴾ "yang menimpa mere-ka." Karena dia berserikat dalam dosanya bersama kaumnya, dialah yang mengabarkan kepada kaumnya tentang kehadiran tamu-tamu kepada Luth. ﴿ إِنَّ مَوۡعِدَهُمُ ٱلصُّبۡحُۚ ﴾ "Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu Shubuh", seakan-akan Luth menginginkannya cepat, maka dikatakan kepadanya, ﴿ أَلَيۡسَ ٱلصُّبۡحُ بِقَرِيبٖ ﴾ "Bukankah Shubuh itu sudah dekat?"

(82) ﴿ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴾ "Maka tatkala datang azab Kami", menimpa mereka, ﴿ جَعَلۡنَا ﴾ "Kami jadikan" negeri kaum Luth, ﴿ عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا ﴾ "yang di atas ke bawah (Kami balikkan)", maksudnya kami balikkan atas mereka, ﴿ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهَا حِجَارَةٗ مِّن سِجِّيلٖ ﴾ "dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar", dari batu api yang sangat panas ﴿ مَّنضُودٖ ﴾ "dengan bertubi-tubi", maksudnya bertubi-tubi mengejar orang yang kabur dari negeri itu.

(83) ﴿ مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَۖ ﴾ "Yang diberi tanda oleh Rabbmu," maksud-nya diberi alamat dengan alamat azab dan murka. ﴿ وَمَا هِيَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ بِبَعِيدٖ ﴾ "Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zhalim," yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Maka hendaknya manusia berhati-hati dengan tidak melakukannya agar tidak diazab seperti azab mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Hud: 78

Ayat ini memuat 7 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (1), ghunnah (1), qalqalah (3).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَمِن قَبۡلُNun mati bertemu ق
  • مِنكُمۡNun mati bertemu ك

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • رَجُلٞ رَّشِيدٞTanwin bertemu ر

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • هُنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلُب mati
  • أَطۡهَرُط mati
  • رَّشِيدٞد di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini