Surat Hud Ayat 77

QS. Hud: 77 · Juz 12 · Makkiyah

وَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَا لُوطٗا سِيٓءَ بِهِمۡ وَضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعٗا وَقَالَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَصِيبٞ

Wa lammā jā'at rusulunā lūṭan sī'a bihim wa ḍāqa bihim żar‘aw wa qāla hāżā yaumun ‘aṣīb(un).

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lūṭ, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan merek, dan dia berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit ".

Baca dalam Surat Hud

Tafsir QS. Hud: 77

Tatkala malaikat-malaikat Allah datang kepada Lut, dalam bentuk pemuda yang rupawan, ia merasa susah karena kedatangan tamu-tamu itu. Ia sudah khawatir bahwa kaumnya pasti akan mengganggu mereka itu karena pemuda-pemuda itu menarik perhatian mereka, karena mereka suka kepada lelaki, bukan kepada wanita. Nabi Lut a.s. merasa sesak dadanya karena kedatangan tamu-tamu itu, sehingga ia berkata, "Inilah hari yang paling menyulitkan dan paling berbahaya."

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Hud: 77

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • لُوطٗا سِيٓءَTanwin bertemu س

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • ذَرۡعٗا وَقَالَTanwin bertemu و

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • وَلَمَّاMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • عَصِيبٞب di akhir ayat (waqaf)