Surat Muhammad Ayat 38

QS. Muhammad: 38 · Juz 26 · Madaniyah

هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُۖ وَمَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُۚ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم

Hā antum hā'ulā'i tud‘auna litunfiqū fī sabīlillāh(i), fa minkum may yabkhal(u), wa may yabkhal fa innamā yabkhalu ‘an nafsih(ī), wallāhul-ganiyyu wa antumul-fuqarā'(u), wa in tatawallau yastabdil qauman gairakum, ṡumma lā yakūnū amṡālakum.

Ingatlah bahwa kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu, di antara kamu ada orang yang kikir. Padahal, siapa yang kikir sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Allahlah Yang Maha Kaya dan kamulah yang fakir. Jika kamu berpaling (dari jalan yang benar), Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan (durhaka) sepertimu.

Baca dalam Surat Muhammad

Tafsir QS. Muhammad: 38

Ayat ini menerangkan bahwa Allah memanggil mereka untuk menghilangkan sifat kikir. Mereka diminta menginfakkan harta mereka di jalan Allah. Dijelaskan bahwa siapa yang kikir, tidak mau menafkahkan harta di jalan Allah, maka kekikiran mereka itu akan merugikan diri sendiri karena kikir itu akan mengganggu hubungan dalam masyarakat dan akan menghapuskan pahala mereka, menjauhkan diri mereka dari Allah dan surga. Bila manusia berinfak, itu bukan untuk Allah karena Ia tidak memerlukan harta mereka, sebab Dia Mahakaya, tidak memerlukan apa pun. Infak itu justru untuk keuntungan mereka karena Allah akan membalasnya berlipat ganda, ditambah lagi dengan pahala yang balasannya adalah surga.

Kemudian Allah mengancam mereka dengan mengatakan bahwa jika mereka berpaling, yaitu tidak beriman dan tidak mau memenuhi perintah-Nya dengan berinfak, maka Allah akan menghancurkan mereka, kemudian mengganti mereka dengan kaum yang lain yang tidak seperti mereka, yaitu kaum yang mau berinfak, berjihad, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi, at-Tirmidhi dan lain-lainnya dari Abu Hurairah berkata:

Rasulullah saw membaca ayat ini sampai akhir, maka para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu yang jika kami berpaling mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?" Maka Rasulullah menepuk pundak Salman, kemudian berkata, "Inilah orangnya dan kaumnya. Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang surayya, itu akan digapai oleh orang-orang dari Persia."

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hadits terkait QS. Muhammad: 38

Hukum Tajwid QS. Muhammad: 38

Ayat ini memuat 16 bacaan bertajwid: ikhfa (5), idgham (4), ghunnah (2), qalqalah (5).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • هَٰٓأَنتُمۡNun mati bertemu ت
  • لِتُنفِقُواْNun mati bertemu ف
  • فَمِنكُمNun mati bertemu ك
  • وَأَنتُمُNun mati bertemu ت
  • وَإِن تَتَوَلَّوۡاْNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • فَمِنكُم مَّنMim mati bertemu م
  • مَّن يَبۡخَلُۖNun mati bertemu ي
  • وَمَن يَبۡخَلۡNun mati bertemu ي
  • عَن نَّفۡسِهِۦۚNun mati bertemu ن

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • فَإِنَّمَاNun bertasydid
  • ثُمَّMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • تُدۡعَوۡنَد mati
  • يَبۡخَلُۖب mati
  • يَبۡخَلۡب mati
  • يَبۡخَلُب mati
  • يَسۡتَبۡدِلۡب mati