Surat Qaf Ayat 13
QS. Qaf: 13 · Juz 26 · Makkiyah
وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوطٖ
Wa ‘āduw wa fir‘aunu wa ikhwānu lūṭ(in).
(Demikian juga kaum) ‘Ad, Fir‘aun, kaum Lut,
Baca dalam Surat QafQS. Qaf: 13 · Juz 26 · Makkiyah
وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوطٖ
Wa ‘āduw wa fir‘aunu wa ikhwānu lūṭ(in).
(Demikian juga kaum) ‘Ad, Fir‘aun, kaum Lut,
Baca dalam Surat QafAllah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka. Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya. Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum 'Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir'aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba' al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka.
Penjelasan ayat 12–15 sekaligus.
"Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud, kaum 'Ad, kaum Fir'aun dan kaum Luth, dan penduduk Aikah serta kaum Tubba'. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru." (Qaf: 12-15).
(12-14) Orang-orang dari kalangan beberapa umat sebe-lum mereka telah mendustakan para rasul mereka yang mulia dan para nabi mereka yang agung seperti Nabi Nuh عليه السلام yang didusta-kan oleh kaumnya, kaum Tsamud yang mendustakan Nabi Shalih عليه السلام, kaum 'Ad yang mendustakan Nabi Hud عليه السلام, kaum Nabi Luth عليه السلام yang mendustakannya, kaum Aikah yang mendustakan Nabi Syu'aib عليه السلام, kaum Tubba' (para raja Yaman pada masa lalu sebelum Islam) juga mendustakan para rasul yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka, hanya saja Allah سبحانه وتعالى tidak memberitahukan kepada kita siapakah para rasul yang diutus ke kaum Tubba' itu dan siapakah Tubba' itu, karena –wallahu a'lam- hal itu sudah masyhur di kalangan bangsa Arab, khususnya peristiwa-peristiwa besar seperti ini. Mereka semua mendustakan para rasul yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka sehingga mereka pantas me-nerima ancaman serta hukuman dari Allah سبحانه وتعالى. Kalian wahai orang-orang yang mendustakan Rasulullah a, tidaklah lebih baik dari mereka, para rasul mereka juga tidak lebih mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى dari rasul kalian. Untuk itu waspadalah terhadap kejahatan mereka agar kalian tidak tertimpa azab yang menimpa mereka.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى beristidlal dengan penciptaan per-tama untuk penciptaan yang lain (kebangkitan kembali nanti). Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى menciptakan mereka dari ketiadaan, Allah سبحانه وتعالى juga akan mengembalikan mereka lagi setelah mereka mati dan setelah mereka menjadi bangkai yang hancur. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ أَفَعَيِينَا ﴾ "Maka apakah Kami letih," apakah Kami lemah dan tidak mampu, ﴿ بِٱلۡخَلۡقِ ٱلۡأَوَّلِۚ ﴾ "dengan penciptaan yang pertama," tidaklah demikian halnya. Kami tidak lemah dan letih untuk hal itu dan mereka sendiri pun tidak meragukan hal itu, hanya saja ﴿ هُمۡ فِي لَبۡسٖ مِّنۡ خَلۡقٖ جَدِيدٖ ﴾ "sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang pencip-taan yang baru (nanti itu)." Inilah yang membuat mereka ragu dan tidak jelas halnya, padahal sebenarnya tidak ada tempat bagi ke-tidakjelasan, sebab mengembalikan itu tentu lebih mudah daripada memulai, sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴾ "Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemu-dian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagiNya." (Rum: 27).
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: idgham (1), qalqalah (1).
Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.
Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.