Surat Taha Ayat 121

QS. Taha: 121 · Juz 16 · Makkiyah

فَأَكَلَا مِنۡهَا فَبَدَتۡ لَهُمَا سَوۡءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخۡصِفَانِ عَلَيۡهِمَا مِن وَرَقِ ٱلۡجَنَّةِۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

Fa akalā minhā fa badat lahumā sau'ātuhumā wa ṭafiqā yakhṣifāni ‘alaihimā miw waraqil-jannah(ti), wa ‘aṣā ādamu rabbahū fa gawā.

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Baca dalam Surat Taha

Tafsir QS. Taha: 121

Setelah menyadari bahwa ia dan istrinya telah melanggar perintah Allah dengan memakan buah larangan itu ia pun menyesal atas keterlanjurannya itu, merasa kecewa karena membenarkan bujukan Iblis dan teperdaya dengan kata-kata manis dari musuhnya. Ia sangat khawatir terhadap nasibnya bersama istrinya karena telah mendurhakai Tuhannya. Ia merasa berdosa dan minta ampun atas kesalahannya itu seperti tersebut pada ayat:

Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (al-A'raf/7: 23)

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Taha: 121

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: idgham (1), ghunnah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • مِن وَرَقِNun mati bertemu و

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلۡجَنَّةِۚNun bertasydid