Surat Taha Ayat 94

QS. Taha: 94 · Juz 16 · Makkiyah

قَالَ يَبۡنَؤُمَّ لَا تَأۡخُذۡ بِلِحۡيَتِي وَلَا بِرَأۡسِيٓۖ إِنِّي خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقۡتَ بَيۡنَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَلَمۡ تَرۡقُبۡ قَوۡلِي

Qāla yabna'umma lā ta'khuż biliḥyatī wa lā bira'sī, innī khasyītu an taqūla farraqta baina banī isrā'īla wa lam tarqub qaulī.

Hārūn menjawab, "Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), "Kamu telah memecah antara Bani Isrā`īl dan kamu tidak memelihara amanatku".

Baca dalam Surat Taha

Tafsir QS. Taha: 94

Ayat ini menjelaskan bahwa Harun seorang yang bertabiat tenang dan lemah-lembut tidak membalas kata-kata saudaranya yang keras dan kasar itu dengan keras dan kasar pula, tetapi dengan tenang dia berkata kepada Musa. "Hai anak ibuku, janganlah engkau menarik-narik janggut dan rambutku. Memang aku tidak melakukan tindakan tegas sebagaimana yang engkau inginkan karena kalau aku bertindak demikian tentulah mereka akan terpecah-belah menjadi dua golongan. Golongan yang beriman dan golongan yang membangkang, terjadilah permusuhan dan mungkin peperangan antara kedua golongan itu. Andaikata hal ini terjadi tentulah engkau akan menyalahkanku pula dengan menuduhku memecah belah antara Bani Israil. Oleh sebab itu kami mengambil sikap berhati-hati sambil menunggu kembalimu dari atas bukit."

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Taha: 94

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (1), ghunnah (2), qalqalah (3).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • أَن تَقُولَNun mati bertemu ت

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • يَبۡنَؤُمَّMim bertasydid
  • إِنِّيNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يَبۡنَؤُمَّب mati
  • فَرَّقۡتَق mati
  • تَرۡقُبۡب mati