Surat Al-Ikhlas Ayat 1
QS. Al-Ikhlas: 1 · Juz 30 · Makkiyah
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad(un).
Katakanlah, "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Baca dalam Surat Al-IkhlasQS. Al-Ikhlas: 1 · Juz 30 · Makkiyah
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad(un).
Katakanlah, "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Baca dalam Surat Al-IkhlasPada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan suatu apa pun. Keesaan Allah itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada Zat-Nya, Maha Esa pada sifat-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya.
Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhluk pun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya berarti Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya:
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36 : 82)
Penjelasan ayat 1–4 sekaligus.
"Katakanlah, 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.' Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala urusan. Dia tidak ber-anak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (Al-Ikhlash: 1-4).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) ﴿ قُلۡ ﴾ "Katakanlah," dengan perkataan tegas, dengan yakin, dan mengetahui maknanya, ﴿ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴾ "Dia-lah Allah Yang Maha Esa," yakni, kemahaesaan itu hanya terbatas padaNya. Dia-lah Yang Maha Esa, yang tersendiri dengan kesempurnaan, hanya bagiNya nama-nama indah, sifat-sifat sempurna dan per-buatan-perbuatan yang suci yang tidak ada tandinganNya.
(2) ﴿ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴾ "Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu," yakni yang dituju dalam seluruh kebutuhan. Semua penghuni alam atas dan bawah amat memerlukanNya. KepadaNya mereka meminta apa yang mereka perlukan dan kepa-daNya mereka bergantung pada apa yang mereka inginkan, karena Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifatNya, Maha Mengetahui Yang sempurna ilmuNya, Maha Penyantun yang sempurna santunNya, Maha Penyayang yang sempurna rahmatNya, yang meliputi segala sesuatu dan seperti itulah seluruh sifat-sifatNya.
(3) Dan di antara kesempurnaanNya, Dia ﴿ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ﴾ "tidak beranak dan tiada pula diperanakkan," karena kesempurnaan kecukupanNya.
(4) ﴿ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ﴾ "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia," baik dalam nama-namaNya, sifat-sifatNya mau-pun perbuatan-perbuatanNya. Mahasuci dan Mahatinggi Allah. Surat ini mencakup tauhid asma` dan sifat.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: qalqalah (1).
Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.