Surat Al-Lahab Ayat 5
QS. Al-Lahab: 5 · Juz 30 · Makkiyah
فِي جِيدِهَا حَبۡلٞ مِّن مَّسَدِۭ
Fī jīdihā ḥablum mim masad(in).
Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Baca dalam Surat Al-LahabQS. Al-Lahab: 5 · Juz 30 · Makkiyah
فِي جِيدِهَا حَبۡلٞ مِّن مَّسَدِۭ
Fī jīdihā ḥablum mim masad(in).
Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Baca dalam Surat Al-LahabDalam ayat ini, Allah menyatakan keburukan perbuatan istri Abu Lahab, kerendahan budi dan kejelekan amal perbuatannya. Pada lehernya selalu ada seutas tali yang kuat, digunakannya untuk memikul duri-duri yang akan diletakkannya pada jalan yang dilalui Nabi. Pernyataan ini merupakan penghinaan bagi dirinya dan suaminya.
Usaha istri Abu Lahab begitu keras untuk menyalakan permusuhan antara manusia, sehingga Allah mengisahkan dia sebagai seorang perempuan yang membawa kayu bakar yang digantungkan pada lehernya ke mana saja ia pergi. Ini adalah seburuk-buruknya perumpamaan bagi seorang perempuan.
Telah diriwayatkan dari Sa'id bin Musayyab bahwa Ummu Jamil (panggilan istri Abu Lahab) mempunyai sebuah kalung yang sangat mahal, dan ia berkata, "Sesungguhnya aku akan mempergunakan harga kalung ini untuk memusuhi Muhammad." Lalu Allah mengganti kalung tersebut dengan kalung dari api neraka.
Penjelasan ayat 1–5 sekaligus.
"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa. Tidaklah berfaidah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang ber-gejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut." (Al-Lahab: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
Abu Lahab adalah paman Nabi a. Ia amat memusuhi dan menyakiti beliau. Ia tidak memiliki balas budi dan tidak memiliki semangat kekerabatan. Semoga Allah سبحانه وتعالى memberinya balasan buruk. Karena itu Allah سبحانه وتعالى amat mencelanya yang merupakan ke-hinaan baginya hingga Hari Kiamat seraya berfirman,
(1) ﴿ تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ ﴾ "Binasalah kedua tangan Abu Lahab," yakni rugi dan celakalah kedua tangannya, ﴿ وَتَبَّ ﴾ "Dan sungguh dia akan binasa," sehingga ia tidak akan beruntung.
(2) ﴿ مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ ﴾ "Tidaklah berfaidah kepadanya harta benda-nya" yang dimilikinya sehingga ia bisa berlaku semena-mena dan tidak pula berguna baginya, ﴿ وَمَا كَسَبَ ﴾ "dan apa yang ia usahakan" tidak akan bisa menangkal azab Allah سبحانه وتعالى sedikit pun bila datang menimpa.
(3-5) ﴿ سَيَصۡلَىٰ نَارٗا ذَاتَ لَهَبٖ ﴾ "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak," yakni neraka akan mengelilinginya dari segenap penjuru, dia ﴿ وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ ﴾ "dan istrinya, pembawa kayu bakar." Istrinya juga amat menyakiti Rasulullah a. Abu Lahab dan istrinya saling bahu-membahu dalam dosa dan permusuhan. Ia menimpa-kan keburukan dan berusaha sekuat tenaga menyakiti Rasulullah a sehingga dosa-dosanya menumpuk di atas punggungnya, sama seperti orang yang menumpuk kayu bakar dengan tali yang telah disiapkan di lehernya, ﴿ مِّن مَّسَدِۭ ﴾ "dari sabut," yaitu dari pintalan sabut atau ia membawa kayu bakar di neraka untuk suaminya dengan mengalungi tali dari sabut di lehernya. Bagaimana pun juga dalam ayat ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang nyata, karena Allah سبحانه وتعالى menurunkan surat ini ketika Abu Lahab dan istrinya belum mati. Allah سبحانه وتعالى memberi-tahukan bahwa keduanya akan disiksa di neraka dan itu pasti. Sebagai konsekuensinya, keduanya tidak masuk Islam. Dan terjadi-lah seperti yang diberitahukan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (2), qalqalah (2).
Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.
Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.