Surat Al-Infitar Ayat 11
QS. Al-Infitar: 11 · Juz 30 · Makkiyah
كِرَامٗا كَٰتِبِينَ
Kirāman kātibīn(a).
yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),
Baca dalam Surat Al-InfitarQS. Al-Infitar: 11 · Juz 30 · Makkiyah
كِرَامٗا كَٰتِبِينَ
Kirāman kātibīn(a).
yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),
Baca dalam Surat Al-InfitarAyat-ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang tidak mempercayai hari kebangkitan agar mereka tidak terus-menerus lalai dan ingkar serta tidak bersiap-siap menyediakan bekal untuk menghadapi hari perhitungan karena menyangka tidak ada yang mengawasi tingkah laku dan perbuatan mereka. Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada malaikat-malaikat yang diberi tugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia, baik yang buruk maupun yang baik, dan yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.
Malaikat yang mulia ini mencatat semua amal manusia. Dalam Al-Qur'an, para malaikat itu disebut Raqib dan 'Atid. Allah berfirman:
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 17-18)
Para malaikat mengetahui apa yang dilakukan manusia dan mencatatnya. Tidak ada informasi dalam Al-Qur'an bagaimana para malaikat itu mencatatnya, namun kita percaya Allah punya sistem dan cara yang melampaui kemampuan manusia dalam pencatatan data tersebut.
Penjelasan ayat 6–12 sekaligus.
"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah? Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. Bukan hanya dur-haka saja, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang menga-wasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Infithar: 6-12).
(6-8) Allah سبحانه وتعالى berfirman mencela manusia yang tidak me-nunaikan kewajiban semestinya dan berani menerjang kemaksiatan-kemaksiatan, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلۡكَرِيمِ ﴾ "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah?" Apakah karena ketidakpedulianmu pada kewajiban-kewajibanNya, ataukah karena kalian menghina azabNya, ataukah karena kamu tidak beriman akan balasanNya? Bukankah Dia ﴿ ٱلَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ ﴾ "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan keja-dianmu" dalam bentuk yang paling sempurna, ﴿ فَعَدَلَكَ ﴾ "dan menja-dikan (susunan tubuh)mu seimbang," dan menyusunmu secara rapi, tegak, dan lurus dalam bentuk yang paling sempurna dan indah? Lantas apakah kamu pantas mengkufuri nikmat dari Dzat yang memberi, ataukah karena kamu mengingkari kebaikan Dzat yang berbuat baik? Semua itu tidak lain adalah karena kebodohan, ke-zhaliman, dan pembangkanganmu. Bersyukurlah pada Allah سبحانه وتعالى, ka-rena tidak membuat wujudmu seperti bentuk anjing, keledai, atau binatang lainnya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ﴾ "Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."
(9-12) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ كـَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ ﴾ "Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan," maksud-nya, meski dengan nasihat dan peringatan ini, kalian tetap saja mendustakan Hari Pembalasan dan kalian pasti akan dihisab atas apa pun yang kalian lakukan. Allah سبحانه وتعالى menugaskan para malaikat mulia untukmu, mereka mencatat perkataan dan perbuatanmu dan mereka mengetahuinya. Termasuk dalam hal ini adalah aktivitas hati dan anggota badan. Selayaknya kalian memuliakan dan meng-hormati mereka.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ikhfa (1).
Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.