Surat Al-Qari'ah Ayat 2
QS. Al-Qari'ah: 2 · Juz 30 · Makkiyah
مَا ٱلۡقَارِعَةُ
Mal-qāri‘ah(tu).
apakah hari kiamat itu?
Baca dalam Surat Al-Qari'ahQS. Al-Qari'ah: 2 · Juz 30 · Makkiyah
مَا ٱلۡقَارِعَةُ
Mal-qāri‘ah(tu).
apakah hari kiamat itu?
Baca dalam Surat Al-Qari'ahDalam ayat ini Allah mengulang kata al-qari'ah dalam bentuk pertanyaan untuk meminta perhatian agar manusia memahami karena dahsyatnya kejadian hari Kiamat dan huru-hara yang membuat hati kecut, sehingga sulit menggambarkannya dengan tepat dan sulit mengetahui dengan sebenarnya.
Penjelasan ayat 1–11 sekaligus.
"Hari Kiamat. Apakah Hari Kiamat itu? Tahukah kamu apa-kah Hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (ke-baikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." (Al-Qari'ah: 1-11).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-3) ﴿ ٱلۡقَارِعَةُ ﴾ "Hari Kiamat." اَلْقَارِعَةُ adalah salah satu nama Hari Kiamat. Disebut demikian karena Hari Kiamat amat mengge-lisahkan dan merisaukan manusia karena huru-haranya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى mengagungkan perihal Hari Kiamat dengan Firman-Nya, ﴿ ٱلۡقَارِعَةُ 1 مَا ٱلۡقَارِعَةُ 2 وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ 3 ﴾ "Hari Kiamat. Apakah Hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah Hari Kiamat itu?"
(4) ﴿ يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ ﴾ "Pada hari itu manusia," karena begitu dahsyatnya rasa takut dan ngeri, ﴿ كَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ ﴾ "adalah seperti anai-anai yang bertebaran," atau seperti belalang-belalang yang beterbangan yang sebagiannya menumpuk seperti gelombang di atas sebagian yang lain, tidak tahu hendak menuju kemana. Bila neraka dinyalakan, mereka berdesak-desakan ke arahnya karena lemahnya pengetahuan mereka. Inilah kondisi manusia, orang-orang yang berakal.
(5) Dan gunung-gunung yang diam dan kokoh menjadi, ﴿ كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ ﴾ "seperti bulu yang dihambur-hamburkan," yaitu seperti bulu yang diterbangkan, berubah menjadi amat lemah sekali yang bisa berhamburan hanya karena angin kecil. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَتَرَى ٱلۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةٗ وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِۚ ﴾ "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan." (An-Naml: 88). Kemudian setelah itu berubah menjadi debu yang beterbangan lalu terhempas, hingga tidak tersisa sesuatu pun yang bisa dilihat. Pada saat itu, neraca amal ditegakkan dan manusia terbagi menjadi dua golongan; mereka yang berbahagia dan mereka yang celaka.
(6-7) ﴿ فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ﴾ "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya," yaitu yang kebaikan-kebaikannya lebih berat melebihi keburukan-keburukannya, ﴿ فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ ﴾ "maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan," di dalam surga penuh kenikmatan.
(8-11) ﴿ وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ﴾ "Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya," dengan tidak memiliki kebaikan-kebaikan untuk menutupi keburukan-keburukan, ﴿ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ ﴾ "maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah," yaitu, tempat kem-bali dan tempat tinggalnya adalah neraka yang di antara namanya adalah Hawiyah. Neraka baginya menjadi seperti ibu ( أُمٌّ ) yang selalu menemani, sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا 65 ﴾ "Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal." (Al-Furqan: 65). Ada yang berpendapat bahwa makna ayat ini adalah induk otaknya beterbangan di neraka, yaitu dilemparkan ke dalam neraka dengan kondisi terjungkir. ﴿ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ ﴾ "Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?" Ini adalah pengagungan perihal neraka itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskannya dengan FirmanNya, ﴿ نَارٌ حَامِيَةُۢ ﴾ "(Yaitu) api yang sangat panas," yaitu yang panasnya dahsyat. Panasnya melebihi sembilan puluh kali panasnya api dunia. Semoga kita dilindungi Allah سبحانه وتعالى darinya.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.