Surat Al-Infitar Ayat 8
QS. Al-Infitar: 8 · Juz 30 · Makkiyah
فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ
Fī ayyi ṣūratim mā syā'a rakkabak(a).
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.
Baca dalam Surat Al-InfitarQS. Al-Infitar: 8 · Juz 30 · Makkiyah
فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ
Fī ayyi ṣūratim mā syā'a rakkabak(a).
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.
Baca dalam Surat Al-InfitarPada ayat ini, Allah menyebutkan bahwa penciptaan manusia sesuai dengan kehendaknya. Ada manusia yang berkulit putih, kuning, hitam, kuning langsat, dan lain-lain. Ada manusia yang berambut lurus, keriting, berwarna hitam, pirang, coklat, dan sebagainya. Ada juga manusia yang berpostur tubuh tinggi, langsing, tinggi besar, pendek kecil, dan sebagainya. Namun demikian, yang layak diingat bahwa meskipun manusia memiliki sifat dan bentuk yang secara prinsip sama, tapi tetap ada yang berbeda antara yang satu dengan yang lain.
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (al-Qiyamah/75: 4)
Tinjauan ilmiah ayat- 7-8: Allah telah menjadikan susunan tubuh manusia seimbang. Bila kita melihat morfologi (bentuk tubuh fisik manusia) dari depan, akan jelas tampak sekali keseimbangan itu. Morfologi manusia tampak simetris dan seimbang apabila kita tarik garis tengah dari kepala, -melalui titik tengahnya-, sampai ke bawah, akan tampak keseimbangan susunan fisik tubuh manusia itu. Belahan kiri dan kanan seolah merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya. Masing-masing belahan mempunyai satu mata, satu telinga, satu lubang hidung, satu kuping, satu tangan, dan satu kaki, yang satu belahan dengan belahan yang lainnya, merupakan bayangan cermin yang simetris seimbang.
Allah telah menganugerahkan sistem syaraf pada manusia, yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan kesetimbangan tubuh manusia, serta kemampuan manusia untuk berorientasi pada ruang 3 dimensi. Sistem syaraf yang mengatur keseimbangan manusia itu berada di dalam Sistem Syaraf Perifer (SSP) manusia. Dalam SSP terdapat sistem syaraf yang mengatur keseimbangan tubuh manusia, yaitu yang dikenal dengan syaraf ke-VIII, atau disebut pula Vestibulocochlear nerve (syaraf "siput-telinga" depan). Syaraf ke-VIII ini mempunyai fungsi bagi adanya balance (keseimbangan), equillibrium (kesetimbangan), serta orientation in three-dimensional space (orientasi dalam ruang tiga dimensi), (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 817).
Dalam mekanisme faali (fisiologik) manusia, Allah juga telah melengkapi manusia dengan dua sistem syaraf, di mana antara yang satu sama lain saling menyeimbangkan. Di dalam SSP tersebut terdapat pula Susunan Syaraf Otonom yang terdiri dari Sistem Syaraf Simpati (Sympathetic Nervous System, SNS) dan Sistem Syaraf Parasimpati (Parasympathetic Nervous System, PNS), yang kedua sistem saraf itu bekerja antagonistik, namun saling menyeimbangkan satu sama lainnya. Fungsi SNS adalah merespon kondisi stress yang dihadapi manusia, dengan mengeluarkan hormon (neurotransmitter), adreanaline (epinephrine), dan noradrenaline (norepinephrine). Dengan adanya kedua hormon ini, maka tekanan darah naik, denyut jantung bertambah cepat (tachy-cardia), pembuluh darah otot-tulang melebar (skeletal muscle vasodilatation), pembuluh darah pada perut-usus menyempit (gastrointestinal vasoconstriction), pupil mata melebar (puppillary dilatation), paru-paru melebar (broncheal dilatation). Sedangkan fungsi PSN adalah sebaliknya dari SNS tadi. PNS akan mengeluarkan hormon (neurotransmitter): acetylcholine. Adanya hormon ini akan menyebabkan: tekanan darah menurun, denyut jantung menjadi lambat (brady-cardia), pupil-mata menyempit. Kedua sistem syaraf ini: SNS dan PNS saling bekerja komplemeter, bagi berjalannya proses-proses fisiologik (faali) manusia, untuk menjaga kelangsungan hidupnya. (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 818-820).
Keseimbangan juga terdapat dalam struktur otak manusia. Dalam otak manusia terdapat dua pasang belahan atau sisi otak, yang satu sama lain merupakan bentuk bayangan cerminnya. Belahan Otak Dominan (dominant hemisphere), sering disebut 'belahan otak kiri, digunakan untuk merekam atau menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan: bahasa, matematika, dan fungsi-fungsi analitik dan keterampilan. Sedang Belahan Otak Non-dominan (non-dominant hemisphere), sering disebut 'belahan otak kanan, digunakan untuk merekam atau menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan konsep-konsep spasial sederhana (simple spasial consept), musik, pengenalan rupa, dan emosi. Kedua belahan otak ini saling seimbang dan melengkapi, dan kedua belahan otak ini dihubungkan oleh banyak syaraf proyeksi melalui corpus collosum. (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 805).
Penjelasan ayat 6–12 sekaligus.
"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah? Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. Bukan hanya dur-haka saja, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang menga-wasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Infithar: 6-12).
(6-8) Allah سبحانه وتعالى berfirman mencela manusia yang tidak me-nunaikan kewajiban semestinya dan berani menerjang kemaksiatan-kemaksiatan, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلۡكَرِيمِ ﴾ "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah?" Apakah karena ketidakpedulianmu pada kewajiban-kewajibanNya, ataukah karena kalian menghina azabNya, ataukah karena kamu tidak beriman akan balasanNya? Bukankah Dia ﴿ ٱلَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ ﴾ "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan keja-dianmu" dalam bentuk yang paling sempurna, ﴿ فَعَدَلَكَ ﴾ "dan menja-dikan (susunan tubuh)mu seimbang," dan menyusunmu secara rapi, tegak, dan lurus dalam bentuk yang paling sempurna dan indah? Lantas apakah kamu pantas mengkufuri nikmat dari Dzat yang memberi, ataukah karena kamu mengingkari kebaikan Dzat yang berbuat baik? Semua itu tidak lain adalah karena kebodohan, ke-zhaliman, dan pembangkanganmu. Bersyukurlah pada Allah سبحانه وتعالى, ka-rena tidak membuat wujudmu seperti bentuk anjing, keledai, atau binatang lainnya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ﴾ "Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."
(9-12) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ كـَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ ﴾ "Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan," maksud-nya, meski dengan nasihat dan peringatan ini, kalian tetap saja mendustakan Hari Pembalasan dan kalian pasti akan dihisab atas apa pun yang kalian lakukan. Allah سبحانه وتعالى menugaskan para malaikat mulia untukmu, mereka mencatat perkataan dan perbuatanmu dan mereka mengetahuinya. Termasuk dalam hal ini adalah aktivitas hati dan anggota badan. Selayaknya kalian memuliakan dan meng-hormati mereka.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).
Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.