Surat Al-Infitar Ayat 9
QS. Al-Infitar: 9 · Juz 30 · Makkiyah
كـَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ
Kallā bal tukażżibūna bid-dīn(i).
Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.
Baca dalam Surat Al-InfitarQS. Al-Infitar: 9 · Juz 30 · Makkiyah
كـَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ
Kallā bal tukażżibūna bid-dīn(i).
Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.
Baca dalam Surat Al-InfitarAyat ini menjelaskan akibat dari perbuatan manusia yang teperdaya sehingga berani berbuat hal-hal yang dilarang Allah. Perbuatan mereka tidak berhenti pada kejahatan ini saja, tetapi mereka bahkan mendustakan hari pembalasan, dimana amal baik dan buruk manusia akan dibalas di akhirat kelak.
Tidak percaya kepada hari pembalasan menyebabkan orang tidak perlu bertanggung jawab, sehingga boleh berbuat sekehendak hatinya. Tidak percaya pada hari perhitungan bertentangan dengan tujuan penciptaan manusia (lihat Surah al-Baqarah/2: 30 dan adh-dzariyat/51/: 56) sehingga Allah mempertanyakan kepada manusia apa sebenarnya pemahaman mereka terhadap penciptaan diri mereka. Firman Allah:
Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (al-Mu'minun/23: 115)
Penjelasan ayat 6–12 sekaligus.
"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah? Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. Bukan hanya dur-haka saja, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang menga-wasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Infithar: 6-12).
(6-8) Allah سبحانه وتعالى berfirman mencela manusia yang tidak me-nunaikan kewajiban semestinya dan berani menerjang kemaksiatan-kemaksiatan, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلۡكَرِيمِ ﴾ "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah?" Apakah karena ketidakpedulianmu pada kewajiban-kewajibanNya, ataukah karena kalian menghina azabNya, ataukah karena kamu tidak beriman akan balasanNya? Bukankah Dia ﴿ ٱلَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ ﴾ "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan keja-dianmu" dalam bentuk yang paling sempurna, ﴿ فَعَدَلَكَ ﴾ "dan menja-dikan (susunan tubuh)mu seimbang," dan menyusunmu secara rapi, tegak, dan lurus dalam bentuk yang paling sempurna dan indah? Lantas apakah kamu pantas mengkufuri nikmat dari Dzat yang memberi, ataukah karena kamu mengingkari kebaikan Dzat yang berbuat baik? Semua itu tidak lain adalah karena kebodohan, ke-zhaliman, dan pembangkanganmu. Bersyukurlah pada Allah سبحانه وتعالى, ka-rena tidak membuat wujudmu seperti bentuk anjing, keledai, atau binatang lainnya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ﴾ "Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."
(9-12) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ كـَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ ﴾ "Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan," maksud-nya, meski dengan nasihat dan peringatan ini, kalian tetap saja mendustakan Hari Pembalasan dan kalian pasti akan dihisab atas apa pun yang kalian lakukan. Allah سبحانه وتعالى menugaskan para malaikat mulia untukmu, mereka mencatat perkataan dan perbuatanmu dan mereka mengetahuinya. Termasuk dalam hal ini adalah aktivitas hati dan anggota badan. Selayaknya kalian memuliakan dan meng-hormati mereka.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.