Juz 19

Al-Furqan 21 – An-Naml 55 · 339 ayat

25 Surat Al-Furqan Pembeda · mulai ayat 21–77 الفرقان

۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ نَرَىٰ رَبَّنَاۗ لَقَدِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ وَعَتَوۡ عُتُوّٗا كَبِيرٗا

Wa qālal-lażīna lā yarjūna liqā'anā lau lā unzila ‘alainal-malā'ikata au narā rabbanā, laqadistakbarū fī anfusihim wa ‘atau ‘utuwwan kabīrā(n).

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya, mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman.

يَوۡمَ يَرَوۡنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشۡرَىٰ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُجۡرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا

Yauma yaraunal-malā'ikata lā busyrā yauma'iżil lil-mujrimīna wa yaqūlūna ḥijram maḥjūrā(n).

Pada hari mereka melihat malaikat pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Ḥijrān maḥjūrā.

وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا

Wa qadimnā ilā mā ‘amilū min ‘amalin fa ja‘alnāhu habā'am manṡūrā(n).

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.

أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ يَوۡمَئِذٍ خَيۡرٞ مُّسۡتَقَرّٗا وَأَحۡسَنُ مَقِيلٗا

Aṣḥābul-jannati yauma'iżin khairum mustaqarraw wa aḥsanu maqīlā(n).

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا

Wa yauma tasyaqqaqus-samā'u bil-gamāmi wa nuzzilal-malā'ikatu tanzīlā(n).

Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.

ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ وَكَانَ يَوۡمًا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ عَسِيرٗا

Al-mulku yauma'iżinil-ḥaqqu lir-raḥmān(i), wa kāna yauman ‘alal-kāfirīna ‘asīrā(n).

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.

وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا

Wa yauma ya‘aḍḍuẓ-ẓālimu ‘alā yadaihi yaqūlu yā laitanittakhażtu ma‘ar-rasūli sabīlā(n).

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul."

يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا

Yā wailatā laitanī lam attakhiż fulānan khalīlā(n).

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

Laqad aḍallanī ‘aniż-żikri ba‘da iż jā'anī, wa kānasy-syaiṭānu lil-insāni khażūlā(n).

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`ān ketika Al-Qur`ān itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا

Wa qālar-rasūlu yā rabbi inna qaumittakhażū hāżal-qur'āna mahjūrā(n).

Berkatalah rasul, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur`ān itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيٗا وَنَصِيرٗا

Wa każālika ja‘alnā likulli nabiyyin ‘aduwwam minal-mujrimīn(a), wa kafā birabbika hādiyaw wa naṣīrā(n).

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhan-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةٗ وَٰحِدَةٗۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ وَرَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلٗا

Wa qālal-lażīna kafarū lau lā nuzzila ‘alaihil-qur'ānu jumlataw wāḥidatan - każālika - linuṡabbita bihī fu'ādaka wa rattalnāhu tartīlā(n).

Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Al-Qur`ān itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).

وَلَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَأَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا

Wa lā ya'tūnaka bimaṡalin illā ji'nāka bil-ḥaqqi wa aḥsana tafsīrā(n).

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.

ٱلَّذِينَ يُحۡشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَٰٓئِكَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضَلُّ سَبِيلٗا

Allażīna yuḥsyarūna ‘alā wujūhihim ilā jahannam(a), ulā'ika syarrum makānaw wa aḍallu sabīlā(n).

Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahanam dengan diseret atas muka-muka mereka; mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلۡنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرٗا

Wa laqad ātainā mūsal-kitāba wa ja‘alnā ma‘ahū akhāhu hārūna wazīrā(n).

Dan sesungguhnya, kami telah memberikan Alkitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Hārūn saudaranya menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

فَقُلۡنَا ٱذۡهَبَآ إِلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَدَمَّرۡنَٰهُمۡ تَدۡمِيرٗا

Fa qulnażhabā ilal-qaumil-lażīna każżabū bi'āyātinā, fa dammarnāhum tadmīrā(n).

Kemudian, Kami berfirman kepada keduanya, "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya.

وَقَوۡمَ نُوحٖ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغۡرَقۡنَٰهُمۡ وَجَعَلۡنَٰهُمۡ لِلنَّاسِ ءَايَةٗۖ وَأَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمٗا

Wa qauma nūḥil lammā każżabur-rusula agraqnāhum wa ja‘alnāhum lin-nāsi āyah(tan), wa a‘tadnā liẓ-ẓālimīna ‘ażāban alīmā(n).

Dan (telah Kami binasakan) kaum Nūḥ, tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَأَصۡحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونَۢا بَيۡنَ ذَٰلِكَ كَثِيرٗا

Wa ‘ādaw wa ṡamūda wa aṣḥābar-rassi wa qurūnam baina żālika kaṡīrā(n).

dan (Kami binasakan) kaum ‘Ād dan Ṡamūd dan penduduk ar Ras dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.

وَكُلّٗا ضَرَبۡنَا لَهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَۖ وَكُلّٗا تَبَّرۡنَا تَتۡبِيرٗا

Wa kullan ḍarabnā lahul-amṡāl(a), wa kullan tabbarnā tatbīrā(n).

Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya.

وَلَقَدۡ أَتَوۡاْ عَلَى ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِيٓ أُمۡطِرَتۡ مَطَرَ ٱلسَّوۡءِۚ أَفَلَمۡ يَكُونُواْ يَرَوۡنَهَاۚ بَلۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ نُشُورٗا

Wa laqad atau ‘alal-qaryatil-latī umṭirat maṭaras-sau'(i), afalam yakūnū yaraunahā, bal kānū lā yarjūna nusyūrā(n).

Dan sesungguhnya, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka, apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu, bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.

وَإِذَا رَأَوۡكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِي بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا

Wa iżā ra'auka iy yattakhiżūnaka illā huzuwā(n), ahāżal-lażī ba‘aṡallāhu rasūlā(n).

Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?

إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ وَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ مَنۡ أَضَلُّ سَبِيلًا

In kāda layuḍillunā ‘an ālihatinā lau lā an ṣabarnā ‘alaihā, wa saufa ya‘lamūna ḥīna yaraunal-‘ażāba man aḍallu sabīlā(n).

Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya" dan mereka kelak akan mengetahui pada saat mereka melihat azab; siapa yang paling sesat jalannya.

أَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيۡهِ وَكِيلًا

Ara'aita manittakhaża ilāhahū hawāh(u), afa anta takūnu ‘alaihi wakīlā(n).

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,

أَمۡ تَحۡسَبُ أَنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَسۡمَعُونَ أَوۡ يَعۡقِلُونَۚ إِنۡ هُمۡ إِلَّا كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ سَبِيلًا

Am taḥsabu anna akṡarahum yasma‘ūna au ya‘qilūn(a), in hum illā kal-an‘āmi bal hum aḍallu sabīlā(n).

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

أَلَمۡ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيۡفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوۡ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنٗا ثُمَّ جَعَلۡنَا ٱلشَّمۡسَ عَلَيۡهِ دَلِيلٗا

Alam tara ilā rabbika kaifa maddaẓ-ẓill(a), wa lau syā'a laja‘alahū sākinā(n), ṡumma ja‘alnasy-syamsa ‘alaihi dalīlā(n).

Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhan-mu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,

ثُمَّ قَبَضۡنَٰهُ إِلَيۡنَا قَبۡضٗا يَسِيرٗا

Ṡumma qabaḍnā ilainā qabḍay yasīrā(n).

kemudian, Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِبَاسٗا وَٱلنَّوۡمَ سُبَاتٗا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورٗا

Wa huwal-lażī ja‘ala lakumul-laila libāsaw wan-nauma subātaw wa ja‘alan-nahāra nusyūrā(n).

Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ طَهُورٗا

Wa huwal-lażī arsalar-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih(ī), wa anzalnā minas-samā'i mā'an ṭahūrā(n).

Dia-lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan) dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,

لِّنُحۡـِۧيَ بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗا وَنُسۡقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقۡنَآ أَنۡعَٰمٗا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرٗا

Linuḥyiya bihī baldatam maitaw wa nusqiyahū mimmā khalaqnā an‘āmaw wa anāsiyya kaṡīrā(n).

agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami; binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.

وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَٰهُ بَيۡنَهُمۡ لِيَذَّكَّرُواْ فَأَبَىٰٓ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورٗا

Wa laqad ṣarrafnāhu bainahum liyażżakkarū, fa abā akṡarun-nāsi illā kufūrā(n).

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau, kecuali mengingkari (nikmat).

وَلَوۡ شِئۡنَا لَبَعَثۡنَا فِي كُلِّ قَرۡيَةٖ نَّذِيرٗا

Wa lau syi'nā laba‘aṡnā fī kulli qaryatin nażīrā(n).

Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).

فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادٗا كَبِيرٗا

Falā tuṭi‘il-kāfirīna wa jāhidhum bihī jihādan kabīrā(n).

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur`ān dengan jihad yang besar.

۞ وَهُوَ ٱلَّذِي مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ هَٰذَا عَذۡبٞ فُرَاتٞ وَهَٰذَا مِلۡحٌ أُجَاجٞ وَجَعَلَ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٗا وَحِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا

Wa huwal-lażī marajal-baḥraini hāżā ‘ażbun furātuw wa hāżā milḥun ujāj(un), wa ja‘ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjūrā(n).

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

وَهُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ مِنَ ٱلۡمَآءِ بَشَرٗا فَجَعَلَهُۥ نَسَبٗا وَصِهۡرٗاۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرٗا

Wa huwal-lażī khalaqa minal-mā'i basyaran fa ja‘alahū nasabaw wa ṣihrā(n), wa kāna rabbuka qadīrā(n).

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan muṣāharah dan adalah Tuhan-mu Maha Kuasa.

وَيَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمۡ وَلَا يَضُرُّهُمۡۗ وَكَانَ ٱلۡكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرٗا

Wa ya‘budūna min dūnillāhi mā lā yanfa‘uhum wa lā yaḍurruhum, wa kānal-kāfiru ‘alā rabbihī ẓahīrā(n).

Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudarat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhan-nya.

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا

Wa mā arsalnāka illā mubasysyiraw wa nażīrā(n).

Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا

Qul mā as'alukum ‘alaihi min ajrin illā man syā'a ay yattakhiża ilā rabbihī sabīlā(n).

Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan-nya.

وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡحَيِّ ٱلَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِهِۦۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا

Wa tawakkal ‘alal-ḥayyil-lażī lā yamūtu wa sabbiḥ biḥamdih(ī), wa kafā bihī biżunūbi ‘ibādihī khabīrā(n).

Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ٱلرَّحۡمَٰنُ فَسۡـَٔلۡ بِهِۦ خَبِيرٗا

Allażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsy(i), ar-raḥmānu fas'al bihī khabīrā(n).

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari, kemudian dia bersemayam di atas arasy, (Dia-lah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah tentang Allah kepada yang lebih mengetahui (Muhammad).

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسۡجُدُواْۤ لِلرَّحۡمَٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحۡمَٰنُ أَنَسۡجُدُ لِمَا تَأۡمُرُنَا وَزَادَهُمۡ نُفُورٗا۩

Wa iżā qīla lahumusjudū lir-raḥmāni qālū wa mar-raḥmānu anasjudu limā ta'murunā wa zādahum nufūrā(n).

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab, "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?" dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

تَبَارَكَ ٱلَّذِي جَعَلَ فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجٗا وَقَمَرٗا مُّنِيرٗا

Tabārakal-lażī ja‘ala fis-samā'i burūjaw wa ja‘ala fīhā sirājaw wa qamaram munīrā(n).

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا

Wa huwal-lażī ja‘alal-laila wan-nahāra khilfatal liman arāda ay yażżakkara au arāda syukūrā(n).

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا

Wa ‘ibādur-raḥmānil-lażīna yamsyūna ‘alal-arḍi haunaw wa iżā khāṭabahumul-jāhilūna qālū salāmā(n).

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدٗا وَقِيَٰمٗا

Wal-lażīna yabītūna lirabbihim sujjadaw wa qiyāmā(n).

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Wal-lażīna yaqūlūna rabbanaṣrif ‘annā ‘ażāba jahannam(a), inna ‘ażābahā kāna garāmā(n).

Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami; sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".

إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا

Innahā sā'at mustaqarraw wa muqāmā(n).

Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَكَانَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ قَوَامٗا

Wal-lażīna iżā anfaqū lam yusrifū wa lam yaqturū wa kāna baina żālika qawāmā(n).

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا

Wal-lażīna lā yad‘ūna ma‘allāhi ilāhan ākhara wa lā yaqtulūnan nafsal-latī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqqi wa lā yaznūn(a), wa may yaf‘al żālika yalqa aṡāmā(n).

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),

يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا

Yuḍā‘af lahul-‘ażābu yaumal-qiyāmati wa yakhlud fīhī muhānā(n).

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina,

إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلٗا صَٰلِحٗا فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتٖۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا

Illā man tāba wa āmana wa ‘amila ‘amalan ṣāliḥan fa ulā'ika yubaddilullāhu sayyi'ātihim ḥasanāt(in), wa kānallāhu gafūrar raḥīmā(n).

kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابٗا

Wa man tāba wa ‘amila ṣāliḥan fa innahū yatūbu ilallāhi matābā(n).

Dan orang-orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ كِرَامٗا

Wal-lażīna yasyhadūnaz-zūr(a), wa iżā marrū bil-lagwi marrū kirāmā(n).

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ لَمۡ يَخِرُّواْ عَلَيۡهَا صُمّٗا وَعُمۡيَانٗا

Wal-lażīna iżā żukkirū bi'āyāti rabbihim lam yakhirrū ‘alaihā ṣummaw wa ‘umyānā(n).

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Wal-lażīna yaqūlūna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a‘yuniw waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā(n).

Dan orang orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا

Ulā'ika yujzaunal-gurfata bimā ṣabarū wa yulaqqauna fīhā taḥiyyataw wa salāmā(n).

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ حَسُنَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا

Khālidīna fīhā, ḥasunat mustaqarraw wa muqāmā(n).

mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

قُلۡ مَا يَعۡبَؤُاْ بِكُمۡ رَبِّي لَوۡلَا دُعَآؤُكُمۡۖ فَقَدۡ كَذَّبۡتُمۡ فَسَوۡفَ يَكُونُ لِزَامَۢا

Qul mā ya‘ba'u bikum rabbī lau lā du‘ā'ukum, faqad każżabtum fa saufa yakūnu lizāmā(n).

Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), "Tuhan-ku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)".

26 Surat Asy-Syu'ara' Para Penyair · ayat 1–227 الشعراۤء

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

طسٓمٓ

Ṭā Sīm Mīm.

Ṭā Sīm mīm

تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ

Tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).

Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang menerangkan.

لَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ

La‘allaka bākhi‘un nafsaka allā yakūnū mu'minīn(a).

Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena mereka tidak beriman.

إِن نَّشَأۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةٗ فَظَلَّتۡ أَعۡنَٰقُهُمۡ لَهَا خَٰضِعِينَ

In nasya' nunazzil ‘alaihim minas-samā'i āyatan fa ẓallat a‘nāquhum lahā khāḍi‘īn(a).

Jika kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.

وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِكۡرٖ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ مُحۡدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهُ مُعۡرِضِينَ

Wa mā ya'tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānū ‘anhu mu‘riḍīn(a).

Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling darinya.

فَقَدۡ كَذَّبُواْ فَسَيَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ

Faqad każżabū fa saya'tīhim ambā'u mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).

Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur`ān), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.

أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ

Awalam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā min kulli zaujin karīm(in).

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

وَإِذۡ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Wa iż nādā rabbuka mūsā ani'til-qaumaẓ-ẓālimīn(a).

Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,

قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ

Qauma fir‘aun(a), alā yattaqūn(a).

(yaitu) kaum Firʻawn. Mengapa mereka tidak bertakwa?"

قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ

Qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibūn(i).

Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.

وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ

Wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārūn(a).

Dan (karenanya), sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Hārūn.

وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞٞ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ

Wa lahum ‘alayya żambun fa akhāfu ay yaqtulūn(i).

Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku".

قَالَ كـَلَّاۖ فَٱذۡهَبَا بِـَٔايَٰتِنَآۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسۡتَمِعُونَ

Qāla kallā, fażhabā bi'āyātinā innā ma‘akum mustami‘ūn(a).

Allah berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),

فَأۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Fa'tiyā fir‘auna faqūlā innā rasūlu rabbil-‘ālamīn(a).

Maka datanglah kamu berdua kepada Firʻawn dan katakanlah olehmu, "Sesungguhnya Kami adalah rasul Tuhan semesta alam,

أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ

An arsil ma‘anā banī isrā'īl(a).

lepaskanlah Bani Isrā`īl (pergi) beserta kami".

قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ

Qāla alam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min ‘umurika sinīn(a).

Firʻawn menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.

وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِي فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Wa fa‘alta fa‘latakal-latī fa‘alta wa anta minal-kāfirīn(a).

dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.

قَالَ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Qāla fa‘altuhā iżaw wa ana minaḍ-ḍāllīn(a).

Berkata Musa, "Aku telah melakukannya, sedang aku pada waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.

فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Fa farartu minkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja‘alanī minal-mursalīn(a).

Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhan-ku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.

وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ

Wa tilka ni‘matun tamunnuhā ‘alayya an ‘abbatta banī isrā'īl(a).

Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Isrā`īl".

قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَمَا رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Qāla fir‘aunu wa mā rabbul-‘ālamīn(a).

Firʻawn bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?"

قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ

Qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, in kuntum mūqinīn(a).

Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhan-mu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".

قَالَ لِمَنۡ حَوۡلَهُۥٓ أَلَا تَسۡتَمِعُونَ

Qāla liman ḥaulahū alā tastami‘ūn(a).

Berkata Firʻawn kepada orang-orang sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengarkan?"

قَالَ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Qāla rabbukum wa rabbu ābā'ikumul-awwalīn(a).

Musa berkata (pula), "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".

قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِيٓ أُرۡسِلَ إِلَيۡكُمۡ لَمَجۡنُونٞ

Qāla inna rasūlakumul-lażī ursila ilaikum lamajnūn(un).

Firʻawn berkata, "Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".

قَالَ رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ

Qāla rabbul-masyriqi wal-magribi wa mā bainahumā, in kuntum ta‘qilūn(a).

Musa berkata, "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; (Itulah Tuhan-mu) jika kamu mempergunakan akal".

قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ

Qāla la'inittakhażta ilāhan gairī la'aj‘alannaka minal-masjūnīn(a).

Firʻawn berkata, "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".

قَالَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ

Qāla awalau ji'tuka bisyai'im mubīn(in).

Musa berkata, "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"

قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Qāla fa'ti bihī in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).

Firʻawn berkata, "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".

فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ

Fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu‘bānum mubīn(un).

Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.

وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ

Wa naza‘a yadahū fa iżā hiya baiḍā'u lin-nāẓirīn(a).

Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.

قَالَ لِلۡمَلَإِ حَوۡلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٞ

Qāla lil-mala'i ḥaulahū inna hāżā lasāḥirun ‘alīm(un).

Firʻawn berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya, "Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,

يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِۦ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ

Yurīdu ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrih(ī), fa māżā ta'murūn(a).

ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"

قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَٱبۡعَثۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ

Qālū arjih wa akhāhu wab‘aṡ fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).

Mereka menjawab, "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),

يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٖ

Ya'tūka bikulli saḥḥārin ‘alīm(in).

niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".

فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ

Fa jumi‘as-saḥaratu limīqāti yaumim ma‘lūm(in).

Lalu, dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan pada hari yang maklum,

وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ

Wa qīla lin-nāsi hal antum mujtami‘ūn(a).

dan dikatakan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu sekalian,

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ

La‘allanā nattabi‘us-saḥarata in kānū humul-gālibīn(a).

semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang "

فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرۡعَوۡنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ

Falammā jā'as-saḥaratu qālū lifir‘auna a'inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).

Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, mereka pun bertanya kepada Firʻawn, "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"

قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ

Qāla na‘am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn(a).

Firʻawn menjawab, "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ

Qāla lahum mūsā alqū mā antum mulqūn(a).

Berkatalah Musa kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".

فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ

Fa alqau ḥibālahum wa ‘iṣiyyahum wa qālū bi‘izzati fir‘auna innā lanaḥnul-gālibūn(a).

Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata, "Demi kekuasaan Firʻawn, sesungguhnya kami benar-benar akan menang".

فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ

Fa alqā mūsā ‘aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya'fikūn(a).

Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.

فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ

Fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn(a).

Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah).

قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Qālū āmannā birabbil-‘ālamīn(a).

mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

Rabbi mūsā wa hārūn(a).

(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".

قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ

Qāla āmantum lahū qabla an āżana lakum, innahū lakabīrukumul-lażī ‘allamakumus-siḥr(a), fa lasaufa ta‘lamūn(a), la'uqaṭṭi‘anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la'uṣallibannakum ajma'īn(a).

Firʻawn berkata, "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu, maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya".

قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ

Qālū lā ḍair(a), innā ilā rabbinā munqalibūn(a).

Mereka berkata, "Tidak ada kemudaratan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,

إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Innā naṭma‘u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā an kunnā awwalal-mu'minīn(a).

sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".

۞ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

Wa auḥainā ilā mūsā an asri bi‘ibādī innakum muttaba‘ūn(a).

Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Isrā`īl) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".

فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ

Fa arsala fir‘aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).

Kemudian, Firʻawn mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.

إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ

Inna hā'ulā'i lasyirzimatun qalīlūn(a).

(Firʻawn berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Isrā`īl) benar-benar golongan kecil,

وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ

Wa innahum lanā lagā'iẓūn(a).

dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,

وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ

Wa innā lajamī‘un ḥāżirūn(a).

dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".

فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ

Fa akhrajnāhum min jannātiw wa ‘uyūn(in).

Maka, Kami keluarkan Firʻawn dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,

وَكُنُوزٖ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ

Wa kunūziw wa maqāmin karīm(in).

dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia,

كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ

Każālik(a), wa auraṡnāhā banī isrā'īl(a).

demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Isrā`īl.

فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ

Fa atba‘ūhum musyriqīn(a).

Maka Firʻawn dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka pada waktu matahari terbit.

فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ

Falammā tarā'al-jam‘āni qāla aṣḥābu mūsā innā lamudrakūn(a).

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".

قَالَ كـَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ

Qāla kallā, inna ma‘iya rabbī sayahdīn(i).

Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhan-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".

فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ٱلۡعَظِيمِ

Fa auḥainā ilā mūsā aniḍrib bi‘aṣākal-baḥr(a), fanfalaqa fa kāna kullu firqin kaṭ-ṭaudil ‘aẓīm(i).

Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ٱلۡأٓخَرِينَ

Wa azlafnā ṡammal-ākharīn(a).

Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ

Wa anjainā mūsā wa mam ma‘ahū ajma‘īn(a).

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ

Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).

Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ

Watlu ‘alaihim naba'a ibrāhīm(a).

Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrāhīm.

إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ

Iż qāla li'abīhi wa qaumihī mā ta‘budūn(a).

Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"

قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ

Qālū na‘budu aṣnāman fa naẓallu lahā ‘ākifīn(a).

Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".

قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ

Qāla hal yasma‘ūnakum iż tad‘ūn(a).

Berkata Ibrāhīm, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,

أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ

Au yanfa‘ūnakum au yaḍurrūn(a).

atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?"

قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ

Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).

Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".

قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ

Qāla afa ra'aitum mā kuntum ta‘budūn(a).

Ibrāhīm berkata, "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,

أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ

Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn(a).

kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,

فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Fa innahum ‘aduwwul lī illā rabbal-‘ālamīn(a).

karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,

ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ

Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn(i).

(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku,

وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ

Wal-lażī huwa yuṭ‘imunī wa yasqīn(i).

dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,

وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ

Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn(i).

dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,

وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ

Wal-lażī yumītunī ṡumma yuḥyīn(i).

dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ

Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).

dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".

رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ

Rabbi hab lī ḥukmaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).

(Ibrāhīm berdoa), "Ya Tuhan-ku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ

Waj‘al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn(a).

dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,

وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ

Waj‘alnī miw waraṡati janatin na‘īm(i).

dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,

وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Wagfir li'abī innahū kāna minaḍ-ḍāllīn(a).

dan ampunilah bapakku karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ

Wa lā tukhzinī yauma yub‘aṡūn(a).

dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ

Yauma lā yanfa‘u māluw wa lā banūn(a).

(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ

Illā man atallāha biqalbin salīm(in).

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ

Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn(a).

dan (pada hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,

وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ

Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn(a).

dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",

وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ

Wa qīla lahum ainamā kuntum ta‘budūn(a).

dan dikatakan kepada mereka, "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)

مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ

Min dūnillāh(i), hal yanṣurūnakum au yantaṣirūn(a).

selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"

فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ

Fa kubkibū fīhā hum wal-gāwūn(a).

Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,

وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ

Wa junūdu iblīsa ajma‘ūn(a).

dan bala tentara iblis semuanya.

قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ

Qālū wa hum fīhā yakhtaṣimūn(a).

Mereka berkata, sedang mereka bertengkar di dalam neraka,

تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ

Tallāhi in kunnā lafī ḍalālim mubīn(in).

"demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,

إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn(a).

karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".

وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ

Wa mā aḍallanā illal-mujrimūn(a).

Dan tiadalah yang menyesatkan kami, kecuali orang-orang yang berdosa.

فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ

Famā lanā min syāfi‘īn(a).

Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun,

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ

Wa lā ṣadīqin ḥamīm(in).

dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,

فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Falau anna lanā karratan fa nakūna minal-mu'minīn(a).

maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman".

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Każżabat qaumu nūḥinil-mursalīn(a).

Kaum Nūḥ telah mendustakan para rasul.

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Iż qāla lahum akhūhum nūḥun alā tattaqūn(a).

Ketika saudara mereka (Nūḥ) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".

۞ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ

Qālū anu'minu laka wattaba‘akal-arżalūn(a).

Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?"

قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

Qāla wa mā ‘ilmī bimā kānū ya‘malūn(a).

Nūḥ menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?

إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ

In ḥisābuhum illā ‘alā rabbī lau tasy‘urūn(a).

Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhan-ku, kalau kamu menyadari.

وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Wa mā ana biṭāridil-mu'minīn(a).

Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.

إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ

In ana illā nażīrum mubīn(un).

Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".

قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ

Qālū la'illam tantahi yā nūḥu latakūnanna minal-marjūmīn(a).

Mereka berkata, "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nūḥ, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam".

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ

Qāla rabbi inna qaumī każżabūn(i).

Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;

فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Faftaḥ bainī wa bainahum fatḥaw wa najjinī wa mam ma‘iya minal-mu'minīn(a).

maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".

فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ

Fa anjaināhu wa mam ma‘ahū fil-fulkil-masyḥūn(i).

Maka, Kami selamatkan Nūḥ dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.

ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ

Ṡumma agraqnā ba‘dul-bāqīn(a).

Kemudian sesudah itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Każżabat ‘ādunil-mursalīn(a).

Kaum ‘Ād telah mendustakan para rasul.

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Iż qāla lahum akhūhum hūdun alā tattaqūn(a).

Ketika saudara mereka Hūd berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ

Atabnūna bikulli rī‘in āyatan ta‘baṡūn(a).

Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main,

وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ

Wa tattakhiżūna maṣāni‘a la‘allakum takhludūn(a).

dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?

وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ

Wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn(a).

Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ

Wattaqul-lażī amaddakum bimā ta‘lamūn(a).

Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.

أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ

Amaddakum bi'an‘āmiw wa banīn(a).

Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak dan anak-anak,

وَجَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ

Wa jannātiw wa ‘uyūn(in).

dan kebun-kebun dan mata air,

إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ

Innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).

sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ

Qālū sawā'un ‘alainā awa‘aẓta am lam takum minal-wā‘iẓīn(a).

Mereka menjawab, "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,

إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ

In hāżā illā khuluqul-awwalīn(a).

(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.

وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ

Wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).

dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".

فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Fa każżabūhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Maka mereka mendustakan Hūd, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Każżabat ṡamūdul-mursalīn(a).

Kaum Ṡamūd telah mendustakan rasul-rasul.

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Iż qāla lahum akhūhum ṣāliḥun alā tattaqūn(a).

Ketika saudara mereka Ṣālīḥ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ

Atutrakūna fīmā hāhunā āminīn(a).

Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,

فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ

Fī jannātiw wa ‘uyūn(in).

di dalam kebun-kebun serta mata air,

وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ

Wa zurū‘iw wa nakhlin ṭal‘uhā haḍīm(un).

dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.

وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ

Wa tanḥitūna minal-jibāli buyūtan fārihīn(a).

Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

Wa lā tuṭī‘ū amral-musrifīn(a).

dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas,

ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ

Allażīna yufsidūna fil-arḍi wa lā yaṣliḥūn(a).

yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".

قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ

Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).

Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;

مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Mā anta illā basyarum miṡlunā, fa'ti bi'āyatin in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).

Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar".

قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ

Qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma‘lūm(in).

Ṣālīḥ menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air pada hari yang tertentu.

وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ

Wa lā tamassūhā bisū'in fa ya'khużakum ‘ażābu yaumin ‘aẓīm(in).

Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".

فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ

Fa ‘aqarūhā fa aṣbaḥū nādimīn(a).

Kemudian, mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,

فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Fa akhażahumul-‘ażāb(u), inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Każżabat qaumu lūṭinil-mursalīn(a).

Kaum Lūṭ telah mendustakan rasul-rasul,

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Iż qāla lahum akhūhum lūṭun alā tattaqūn(a).

ketika saudara mereka Lūṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.

أَتَأۡتُونَ ٱلذُّكۡرَانَ مِنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Ata'tūnaż-żukrāna minal-‘ālamīn(a).

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,

وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ

Wa tażarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qamun ‘ādūn(a).

dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan-mu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".

قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ

Qālū la'illam tantahi yā lūṭu latakūnanna minal-mukhrajīn(a).

Mereka menjawab, "Hai Lūṭ, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"

قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ

Qāla innī li‘amalikum minal-qālīn(a).

Lūṭ berkata, "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ

Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya‘malūn(a).

(Lūṭ berdoa), "Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".

فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ

Fa najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).

Lalu, Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,

إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ

Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).

kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk dalam golongan yang tinggal.

ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ

Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).

Kemudian, Kami binasakan yang lain.

وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ

Wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā(n), fa sā'a maṭarul-munżarīn(a).

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya Tuhan-mu, benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Każżaba aṣḥābul-aikatil-mursalīn(a).

Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul;

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Iż qāla lahum syu‘aibun alā tattaqūn(a).

ketika Syuʻayb berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ

Innī lakum rasūlun amīn(un).

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).

dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

۞ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ

Auful-kaila wa lā takūnū minal-mukhsirīn(a).

Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan

وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ

Wazinū bil-qisṭāsil-mustaqīm(i).

dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.

وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ

Wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā'ahum wa lā ta‘ṡau fil-arḍi mufsidīn(a).

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan

وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ

Wattaqul-lażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn(a).

dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".

قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ

Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).

Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,

وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ

Wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn(a).

dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.

فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Fa asqiṭ ‘alainā kisafam minas-samā'i in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).

Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.

قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Qāla rabbī a‘lamu bimā ta‘malūn(a).

Syuʻayb berkata, "Tuhan-ku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ

Fa każżabūhu fa akhażahum ‘ażābu yaumiẓ-ẓullah(ti), innahū kāna ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).

Kemudian, mereka mendustakan Syuʻayb, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wa innahū latanzīlu rabbil-‘ālamīn(a).

Dan sesungguhnya Al-Qur`ān ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ

Nazala bihir rūḥul-amīn(u).

dia dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-‘Amīn (Jibril),

عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ

‘Alā qalbika litakūna minal-munżirīn(a).

ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,

بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ

Bilisānin ‘arabiyyim mubīn(in).

dengan bahasa Arab yang jelas.

وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ

Wa innahū lafī zuburil-awwalīn(a).

Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu.

أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ

Awalam yakul lahum āyatan ay ya‘lamahū ‘ulamā'u banī isrā'īl(a).

Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Isrā`īl mengetahuinya?

وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ

Wa lau nazzalnāhū ‘alā ba‘ḍil-a‘jamīn(a).

Dan kalau Al-Qur`ān itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,

فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ

Fa qara'ahū ‘alaihim mā kānū bihī mu'minīn(a).

lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.

كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ

Każālika salaknāhu fī qulūbil-mujrimīn(a).

Demikianlah, Kami masukkan Al-Qur`ān ke dalam hati orang-orang yang durhaka.

لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ

Lā yu'minūna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm(a).

Mereka tidak beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih,

فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ

Fa ya'tiyahum bagtataw wa hum lā yasy‘urūn(a).

maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,

فَيَقُولُواْ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ

Fa yaqūlū hal naḥnu munẓarūn(a).

lalu mereka berkata, "Apakah kami dapat diberi tangguh?"

أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ

Afa bi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).

Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?

أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ

Afa ra'aita im matta‘nāhum sinīn(a).

Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,

ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ

Ṡumma jā'ahum mā kānū yū‘adūn(a).

Kemudian, datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,

مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ

Mā agnā ‘anhum mā kānū yumatta‘ūn(a).

niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.

وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ

Wa mā ahlaknā min qaryatin illā lahā munżirūn(a).

Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;

ذِكۡرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ

Żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn(a).

untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.

وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ

Wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn(u).

Dan Al-Qur`ān itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.

وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ

Wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī‘ūn(a).

Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur`ān itu dan mereka pun tidak akan kuasa.

إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ

Innahum ‘anis-sam‘i lama‘zūlūn(a).

Sesungguhnya, mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al-Qur`ān itu.

فَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُعَذَّبِينَ

Falā tad‘u ma‘allāhi ilāhan ākhara fa takūna minal-mu‘ażżabīn(a).

Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.

وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ

Wa anżir ‘asyīratakal-aqrabīn(a).

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,

وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba‘aka minal-mu'minīn(a).

dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.

فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ

Fa in ‘aṣauka faqul innī barī'um mimmā ta‘malūn(a).

Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan"

وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ

Wa tawakkal ‘alal-‘azīzir-raḥīm(i).

Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ

Allażī yarāka ḥīna taqūm(u).

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),

وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ

Wa taqallubaka fis-sājidīn(a).

dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

Innahū huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ

Hal unabbi'ukum ‘alā man tanazzalusy-syayāṭīn(u).

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ

Tanazzalu ‘alā kulli affākin aṡīm(in).

Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,

يُلۡقُونَ ٱلسَّمۡعَ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ

Yulqūnas-sam‘a wa akṡaruhum kāżibūn(a).

mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.

وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ

Wasy-syu‘arā'u yattabi‘uhumul-gāwūn(a).

Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.

أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ

Alam tara annahum fī kulli wādiy yahīmūn(a).

Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,

وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ

Wa annahum yaqūlūna mā lā yaf‘alūn(a).

dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?,

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ

Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarū mim ba‘di mā ẓulimū, wa saya‘lamul-lażīna ẓalamū ayya munqalabiy yanqalibūn(a).

kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

27 Surat An-Naml Semut-semut · ayat 1–55 النمل

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

طسٓۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ

Ṭā Sīn, tilka āyātul-qur'āni wa kitābim mubīn(in).

Ṭā Sīn (surah) ini adalah ayat-ayat Al-Qur`ān dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,

هُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ

Hudaw wa busyrā lil-mu'minīn(a).

untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman,

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

Allażīna yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa yu'tūnaz-zakāta wa hum bil-ākhirati hum yūqinūn(a).

(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُونَ

Innal-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati zayyannā lahum a‘mālahum fahum ya‘mahūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ وَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ

Ulā'ikal-lażīna lahum sū'ul-‘ażābi wa hum fil-ākhirati humul-akhsarūn(a).

Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

Wa innaka latulaqqal-qur'āna mil ladun ḥakīmin ‘alīm(in).

Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al-Qur`ān dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهۡلِهِۦٓ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا سَـَٔاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ أَوۡ ءَاتِيكُم بِشِهَابٖ قَبَسٖ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ

Iż qāla mūsā li'ahlihī innī ānastu nārā(n), sa'ātīkum minhā bikhabarin au ātīkum bisyihābin qabasil la‘allakum taṣṭalūn(a).

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar darinya atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".

فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِيَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِي ٱلنَّارِ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Falammā jā'ahā nūdiya am būrika man fin-nāri wa man ḥaulahā, wa subḥānallāhi rabbil-‘ālamīn(a).

Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu diserulah dia, "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".

يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

Yā mūsā innahū anallāhul-‘azīzul-ḥakīm(u).

(Allah berfirman), "Hai Musa, sesungguhnya, Aku-lah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ

Wa alqi ‘aṣāk(a), falammā ra'āhā tahtazzu ka'annahā jānnuw wallā mudbiraw wa lam yu‘aqqib, yā mūsā lā takhaf, innī lā yakhāfu ladayyal-mursalūn(a).

dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul tidak takut di hadapan-Ku.

إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٖ فَإِنِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Illā man ẓalama ṡumma baddala ḥusnam ba‘da sū'in fa innī gafūrur raḥīm(un).

tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pangampun lagi Maha Penyayang.

وَأَدۡخِلۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖۖ فِي تِسۡعِ ءَايَٰتٍ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَقَوۡمِهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ

Wa adkhil yadaka fī jaibika takhruj baiḍā'a min gairi sū'(in), fī tis‘i āyātin ilā fir‘auna wa qaumih(ī), innahum kānū qauman fāsiqīn(a).

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firʻawn dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik".

فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَٰتُنَا مُبۡصِرَةٗ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ

Falammā jā'athum āyātunā mubṣiratan qālū hāżā siḥrum mubīn(un).

Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka, "Ini adalah sihir yang nyata".

وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمٗا وَعُلُوّٗاۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

Wa jaḥadū bihā wastaiqanathā anfusuhum ẓulmaw wa ‘uluwwā(n), fanẓur kaifa kāna ‘āqibatul-mufsidīn(a).

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيۡمَٰنَ عِلۡمٗاۖ وَقَالَا ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّنۡ عِبَادِهِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Wa laqad ātainā dāwūda wa sulaimāna ‘ilmā(n), wa qālal-ḥamdu lillāhil-lażī faḍḍalanā ‘alā kaṡīrim min ‘ibādihil-mu'minīn(a).

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dāwūd dan Sulaymān dan keduanya mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".

وَوَرِثَ سُلَيۡمَٰنُ دَاوُۥدَۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّيۡرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيۡءٍۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِينُ

Wa wariṡa sulaimānu dāwūda wa qāla yā ayyuhan-nāsu ‘ullimnā manṭiqaṭ-ṭairi wa ūtīnā min kulli syai'(in), inna hāżā lahuwal-faḍlul-mubīn(u).

Dan Sulaymān telah mewarisi Dāwūd dan dia berkata, "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata".

وَحُشِرَ لِسُلَيۡمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ وَٱلطَّيۡرِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ

Wa ḥusyira lisulaimāna junūduhū minal-jinni wal-insi waṭ-ṭairi fahum yūza‘ūn(a).

Dan dihimpunkan untuk Sulaymān tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوۡاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمۡلِ قَالَتۡ نَمۡلَةٞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمۡ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ

Ḥattā iżā atau ‘alā wādin-naml(i), qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulū masākinakum, lā yaḥṭimannakum sulaimānu wa junūduhū wa hum lā yasy‘urūn(a).

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaymān dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكٗا مِّن قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Fatabassama ḍāḥikam min qaulihā wa qāla rabbi auzi‘nī an asykura ni‘matakal-latī an‘amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a‘mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn(a).

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhan-ku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيۡرَ فَقَالَ مَالِيَ لَآ أَرَى ٱلۡهُدۡهُدَ أَمۡ كَانَ مِنَ ٱلۡغَآئِبِينَ

Wa tafaqqadaṭ-ṭaira fa qāla mā liya lā aral-hudhud(a), am kāna minal-gā'ibīn(a).

Dan dia memeriksa burung-burung, lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابٗا شَدِيدًا أَوۡ لَأَاْذۡبَحَنَّهُۥٓ أَوۡ لَيَأۡتِيَنِّي بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ

La'u‘ażżibannahū ‘ażāban syadīdan au la'ażbaḥannahū au laya'tiyannī bisulṭānim mubīn(in).

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".

فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيدٖ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ وَجِئۡتُكَ مِن سَبَإِۭ بِنَبَإٖ يَقِينٍ

Famakaṡa gaira ba‘īdin faqāla aḥaṭtu bimā lam tuḥiṭ bihī wa ji'tuka min saba'im binaba'iy yaqīn(in).

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya dan kubawa kepadamu dari negeri Sabā’ suatu berita penting yang diyakini,

إِنِّي وَجَدتُّ ٱمۡرَأَةٗ تَمۡلِكُهُمۡ وَأُوتِيَتۡ مِن كُلِّ شَيۡءٖ وَلَهَا عَرۡشٌ عَظِيمٞ

Innī wajattumra'atan tamlikuhum wa ūtiyat min kulli syai'iw wa lahā ‘arsyun ‘aẓīm(un).

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُونَ

Wajattuhā wa qaumahā yasjudūna lisy-syamsi min dūnillāhi wa zayyana lahumusy-syaiṭānu a‘mālahum fa ṣaddahum ‘anis-sabīli fahum lā yahtadūn(a).

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah) sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

أَلَّاۤ يَسۡجُدُواْۤ لِلَّهِ ٱلَّذِي يُخۡرِجُ ٱلۡخَبۡءَ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُخۡفُونَ وَمَا تُعۡلِنُونَ

Allā yasjudū lillāhil-lażī yukhrijul-khab'a fis-samāwāti wal-arḍi wa ya‘lamu mā tukhfūna wa mā tu‘linūn(a).

agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ۩

Allāhu lā ilāha illā huwa rabbul-‘arsyil-‘aẓīm(i).

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai arasy yang besar".

۞ قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ

Qāla sananẓuru aṣadaqta am kunta minal-kāżibīn(a).

Berkata Sulaymān, "Akan kami lihat, apa kamu benar ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

ٱذۡهَب بِّكِتَٰبِي هَٰذَا فَأَلۡقِهۡ إِلَيۡهِمۡ ثُمَّ تَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَٱنظُرۡ مَاذَا يَرۡجِعُونَ

Iżhab bikitābī hāżā fa alqih ilaihim ṡumma tawalla ‘anhum fanẓur māżā yarji‘ūn(a).

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"

قَالَتۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ إِنِّيٓ أُلۡقِيَ إِلَيَّ كِتَٰبٞ كَرِيمٌ

Qālat yā ayyuhal-mala'u innī ulqiya ilayya kitābun karīm(un).

Berkata ia (Balqis), "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Innahū min sulaimāna wa innahū bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).

Sesungguhnya surat itu dari Sulaymān dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

أَلَّا تَعۡلُواْ عَلَيَّ وَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ

Allā ta‘lū ‘alayya wa'tūnī muslimīn(a).

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

قَالَتۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَفۡتُونِي فِيٓ أَمۡرِي مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمۡرًا حَتَّىٰ تَشۡهَدُونِ

Qālat yā ayyuhal-mala'u aftūnī fī amrī, mā kuntu qāṭi‘atan amran ḥattā tasyhadūn(i).

Berkata dia (Balqis), "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)".

قَالُواْ نَحۡنُ أُوْلُواْ قُوَّةٖ وَأُوْلُواْ بَأۡسٖ شَدِيدٖ وَٱلۡأَمۡرُ إِلَيۡكِ فَٱنظُرِي مَاذَا تَأۡمُرِينَ

Qālū naḥnu ulū quwwatiw wa ulū ba'sin syadīd(in), wal-amru ilaiki fanẓurī māżā ta'murīn(a).

Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan) dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".

قَالَتۡ إِنَّ ٱلۡمُلُوكَ إِذَا دَخَلُواْ قَرۡيَةً أَفۡسَدُوهَا وَجَعَلُوٓاْ أَعِزَّةَ أَهۡلِهَآ أَذِلَّةٗۚ وَكَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ

Qālat innal-mulūka iżā dakhalū qaryatan afsadūhā wa ja‘alū a‘izzata ahlihā ażillah(tan), wa każālika yaf‘alūn(a).

Dia berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

وَإِنِّي مُرۡسِلَةٌ إِلَيۡهِم بِهَدِيَّةٖ فَنَاظِرَةُۢ بِمَ يَرۡجِعُ ٱلۡمُرۡسَلُونَ

Wa innī mursilatun ilaihim bihadiyyatin fanāẓiratun bima yarji‘ul-mursalūn(a).

Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيۡمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٖ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيۡرٞ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُمۚ بَلۡ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمۡ تَفۡرَحُونَ

Falammā jā'a sulaimāna qāla atumiddūnani bimālin famā ātāniyallāhu khairum mimmā ātākum, bal antum bihadiyyatikum tafraḥūn(a).

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaymān, Sulaymān berkata, "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

ٱرۡجِعۡ إِلَيۡهِمۡ فَلَنَأۡتِيَنَّهُم بِجُنُودٖ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخۡرِجَنَّهُم مِّنۡهَآ أَذِلَّةٗ وَهُمۡ صَٰغِرُونَ

Irji‘ ilaihim falana'tiyannahum bijunūdil lā qibala lahum bihā wa lanukhrijannahum minhā ażillataw wa hum ṣāgirūn(a).

Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Sabā’) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".

قَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَيُّكُمۡ يَأۡتِينِي بِعَرۡشِهَا قَبۡلَ أَن يَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ

Qāla yā ayyuhal-mala'u ayyukum ya'tīnī bi‘arsyihā qabla ay ya'tūnī muslimīn(a).

Berkata Sulaymān, "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ

Qāla ‘ifrītum minal-jinni ana atīka bihī qabla an taqūma mim maqāmik(a), wa innī ‘alaihi laqawiyyun amīn(un).

Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".

قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ

Qālal-lażī ‘indahū ‘ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk(a), falammā ra'āhu mustaqirran ‘indahū qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a'asykuru am akfur(u), wa man syakara fa'innamā yasykuru linafsih(ī), wa man kafara fa'inna rabbī ganiyyun karīm(un).

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaymān melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhan-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhan-ku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرۡشَهَا نَنظُرۡ أَتَهۡتَدِيٓ أَمۡ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهۡتَدُونَ

Qāla nakkirū lahā ‘arsyahā nanẓur atahtadī am takūnu minal-lażīna lā yahtadūn(a).

Dia berkata, "Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)".

فَلَمَّا جَآءَتۡ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرۡشُكِۖ قَالَتۡ كَأَنَّهُۥ هُوَۚ وَأُوتِينَا ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهَا وَكُنَّا مُسۡلِمِينَ

Falammā jā'at qīla ahakażā ‘arsyuk(i), qālat ka'annahū huw(a), wa ūtīnal-‘ilma min qablihā wa kunnā muslimīn(a).

Dan ketika Balqis datang ditanyakanlah kepadanya, "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab, "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعۡبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ إِنَّهَا كَانَتۡ مِن قَوۡمٖ كَٰفِرِينَ

Wa ṣaddahā mā kānat ta‘budu min dūnillāh(i), innahā kānat min qaumin kāfirīn(a).

Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya) karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ مِّن قَوَارِيرَۗ قَالَتۡ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Qīla lahadkhuliṣ-ṣarḥ(a), falammā ra'athu ḥasibathu lujjataw wa kasyafat ‘an sāqaihā, qāla innahū ṣarḥum mumarradum min qawārīr(a), qālat rabbi innī ẓalamtu nafsī wa aslamtu ma‘a sulaimāna lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

Dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaymān, "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaymān kepada Allah, Tuhan semesta alam".

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمۡ فَرِيقَانِ يَخۡتَصِمُونَ

Wa laqad arsalnā ilā ṡamūda akhāhum ṣāliḥan ani‘budullāha fa'iżā hum farīqāni yakhtaṣimūn(a).

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Ṡamūd saudara mereka Ṣālīḥ (yang berseru), "Sembahlah Allah". Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.

قَالَ يَٰقَوۡمِ لِمَ تَسۡتَعۡجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِۖ لَوۡلَا تَسۡتَغۡفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

Qāla yā qaumi lima tasta‘jilūna bis-sayyi'ati qablal-ḥasanah(ti), lau lā tastagfirūnallāha la‘allakum turḥamūn(a).

Dia berkata, "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah, kamu meminta ampun kepada Allah agar kamu mendapat rahmat".

قَالُواْ ٱطَّيَّرۡنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَۚ قَالَ طَٰٓئِرُكُمۡ عِندَ ٱللَّهِۖ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تُفۡتَنُونَ

Qāluṭ ṭayyarnā bika wa bimam ma‘ak(a), qāla ṭā'irukum ‘indallāhi bal antum qaumun tuftanūn(a).

Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu". Ṣālīḥ berkata, "Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji".

وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ

Wa kāna fil-madīnati tis‘atu rahṭiy yufsidūna fil-arḍi wa lā yuṣliḥūn(a).

Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan.

قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدۡنَا مَهۡلِكَ أَهۡلِهِۦ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ

Qālū taqāsamū billāhi lanubayyitannahū wa ahlahū ṡumma lanaqūlanna liwaliyyihī mā syahidnā mahlika ahlihī wa innā laṣādiqūn(a).

Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya pada malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar".

وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا وَمَكَرۡنَا مَكۡرٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ

Wa makarū makraw wa makarnā makraw wa hum lā yasy‘urūn(a).

Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.

فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ أَجۡمَعِينَ

Fanẓur kaifa kāna ‘āqibatu makrihim annā dammarnāhum wa qaumahum ajma‘īn(a).

Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

فَتِلۡكَ بُيُوتُهُمۡ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ

Fatilka buyūtuhum khāwiyatam bimā ẓalamū, inna fī żālika la'āyatal liqaumiy ya‘lamūn(a).

Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.

وَأَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

Wa anjainal-lażīna āmanū wa kānū yattaqūn(a).

Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَ

Wa lūṭan iż qāla liqaumihī ata'tūnal-fāḥisyata wa antum tubṣirūn(a).

Dan (ingatlah kisah) Lūṭ ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah itu, sedang kamu memperlihatkan(nya)?"

أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ

A'innakum lata'tūnar-rijāla syahwatam min dūnin-nisā'(i), bal antum qaumun tajhalūn(a).

"Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".

Terjemahan dari King Fahad Quran Complex; latin dan tafsir dari Kementerian Agama RI. Audio murattal dari everyayah.com. Arti dan suara per kata dari quran.com.

Tafsir

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini