Juz 23

Yasin 28 – Az-Zumar 31 · 357 ayat

36 Surat Yasin Yasin · mulai ayat 28–83 يٰسۤ

۞ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ مِنۢ بَعۡدِهِۦ مِن جُندٖٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

Wa mā anzalnā ‘alā qaumihī mim ba‘dihī min jundim minas-samā'i wa mā kunnā munzilīn(a).

Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ خَٰمِدُونَ

In kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa'iżā hum khāmidūn(a).

Tidak ada siksaan atas mereka, melainkan satu teriakan suara saja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

يَٰحَسۡرَةً عَلَى ٱلۡعِبَادِۚ مَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ

Yā ḥasratan ‘alal-‘ibād(i), mā ya'tīhim mir rasūlin illā kānū bihī yastahzi'ūn(a).

Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّنَ ٱلۡقُرُونِ أَنَّهُمۡ إِلَيۡهِمۡ لَا يَرۡجِعُونَ

Alam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurūni annahum ilaihim lā yarji‘ūn(a).

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan; bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

وَإِن كُلّٞ لَّمَّا جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ

Wa in kullul lammā jamī‘ul ladainā muḥḍarūn(a).

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلۡأَرۡضُ ٱلۡمَيۡتَةُ أَحۡيَيۡنَٰهَا وَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهَا حَبّٗا فَمِنۡهُ يَأۡكُلُونَ

Wa āyatul lahumul-arḍul-maitah(tu), aḥyaināhā wa akhrajnā minhā ḥabban faminhu ya'kulūn(a).

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan.

وَجَعَلۡنَا فِيهَا جَنَّٰتٖ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَٰبٖ وَفَجَّرۡنَا فِيهَا مِنَ ٱلۡعُيُونِ

Wa ja‘alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a‘nābiw wa fajjarnā fīhā minal-‘uyūn(i).

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

لِيَأۡكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتۡهُ أَيۡدِيهِمۡۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ

Liya'kulū min ṡamarihī wa mā ‘amilathu aidīhim, afalā yasykurūn(a).

supaya mereka dapat makan dari buahnya dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka, mengapakah mereka tidak bersyukur?

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ وَمِنۡ أَنفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُونَ

Subḥānal-lażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya‘lamūn(a).

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ

Wa āyatul lahumul-lailu naslakhu minhun-nahāra fa'iżā hum muẓlimūn(a).

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ

Wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-‘azīzil-‘alīm(i).

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah, ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ

Wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā ‘āda kal-‘urjūnil-qadīm(i).

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ

Lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār(i), wa kullun fī falakiy yasbaḥūn(a).

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

وَءَايَةٞ لَّهُمۡ أَنَّا حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ

Wa āyatul lahum annā ḥamalnā żurriyyatahum fil-fulkil-masyḥūn(i).

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,

وَخَلَقۡنَا لَهُم مِّن مِّثۡلِهِۦ مَا يَرۡكَبُونَ

Wa khalaqnā lahum mim miṡlihī mā yarkabūn(a).

dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

وَإِن نَّشَأۡ نُغۡرِقۡهُمۡ فَلَا صَرِيخَ لَهُمۡ وَلَا هُمۡ يُنقَذُونَ

Wa in nasya' nugriqhum falā ṣarīkha lahum wa lā hum yunqażūn(a).

Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٖ

Illā raḥmatam minnā wa matā‘an ilā ḥīn(in).

Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيكُمۡ وَمَا خَلۡفَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

Wa iżā qīla lahumuttaqū mā baina aidīkum wa mā khalfakum la‘allakum turḥamūn(a).

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).

وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ

Wa mā ta'tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānū ‘anhā mu‘riḍīn(a).

Dan sekali-kali, tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنُطۡعِمُ مَن لَّوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطۡعَمَهُۥٓ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ

Wa iżā qīla lahum anfiqū mimmā razaqakumullāh(u), qālal-lażīna kafarū lil-lażīna āmanū anuṭ‘imu mal lau yasyā'ullāhu aṭ‘amah(ū), in antum illā fī ḍalālim mubīn(in).

Dan apabila dikatakakan kepada mereka, "Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan; tiadalah kamu, melainkan dalam kesesatan yang nyata".

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ

Wa yaqūlūna matā hāżal-wa‘du in kuntum ṣādiqīn(a).

Dan mereka berkata, "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"

مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ تَأۡخُذُهُمۡ وَهُمۡ يَخِصِّمُونَ

Mā yanẓurūna illā ṣaiḥataw wāḥidatan ta'khużuhum wa hum yakhiṣṣimūn(a).

Mereka tidak menunggu, melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ تَوۡصِيَةٗ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمۡ يَرۡجِعُونَ

Falā yastaṭī‘ūna tauṣiyataw wa lā ilā ahlihim yarji‘ūn(a).

lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يَنسِلُونَ

Wa nufikha fiṣ-ṣūri fa'iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansilūn(a).

Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلۡمُرۡسَلُونَ

Qālū yā wailanā mam ba‘aṡanā mim marqadinā…hāżā mā wa‘adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalūn(a).

Mereka berkata, "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya).

إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ

In kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa'iżā hum jamī‘ul ladainā muḥḍarūn(a).

Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

فَٱلۡيَوۡمَ لَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗا وَلَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Fal-yauma lā tuẓlamu nafsun syai'aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta‘malūn(a).

Maka pada hari itu, seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ

Inna aṣḥābal-jannatil-yauma fī syugulin fākihūn(a).

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ

Hum wa azwājuhum fī ẓilālin ‘alal-arā'iki muttaki'ūn(a).

Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh; bertelekan di atas dipan-dipan.

لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

Lahum fīhā fākihatuw wa lahum mā yadda‘ūn(a).

Di surga itu, mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

سَلَٰمٞ قَوۡلٗا مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ

Salāmun qaulam mir rabbir raḥīm(in).

(Kepada mereka dikatakan), "Salām", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ

Wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimūn(a).

Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

۞ أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ

Alam a‘had ilaikum yā banī ādama allā ta‘budusy-syaiṭān(a), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",

وَأَنِ ٱعۡبُدُونِيۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ

Wa ani‘budūnī, hāżā ṣirāṭum mustaqīm(un).

dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلّٗا كَثِيرًاۖ أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ

Wa laqad aḍalla minkum jibillan kaṡīrā(n), afalam takūnū ta‘qilūn(a).

Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu, maka apakah kamu tidak memikirkan?

هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ

Hāżihī jahannamul-latī kuntum tū‘adūn(a).

Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

ٱصۡلَوۡهَا ٱلۡيَوۡمَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ

Iṣlauhal-yauma bimā kuntum takfurūn(a).

Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ

Al-yauma nakhtimu ‘alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasyhadu arjuluhum bimā kānū yaksibūn(a).

Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

وَلَوۡ نَشَآءُ لَطَمَسۡنَا عَلَىٰٓ أَعۡيُنِهِمۡ فَٱسۡتَبَقُواْ ٱلصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبۡصِرُونَ

Wa lau nasyā'u laṭamasnā ‘alā a‘yunihim fastabaquṣ-ṣirāṭa fa annā yubṣirūn(a).

Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka, betapakah mereka dapat melihat(nya).

وَلَوۡ نَشَآءُ لَمَسَخۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمۡ فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مُضِيّٗا وَلَا يَرۡجِعُونَ

Wa lau nasyā'u lamasakhnāhum ‘alā makānatihim famastaṭā‘ū muḍiyyaw wa lā yarji‘ūn(a).

Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ أَفَلَا يَعۡقِلُونَ

Wa man nu‘ammirhu nunakkishu fil-khalq(i), afalā ya‘qilūn(a).

Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ

Wa mā ‘allamnāhusy-syi‘ra wa mā yambagī lah(ū), in huwa illā żikruw wa qur'ānum mubīn(un).

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al-Qur`ān itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,

لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّٗا وَيَحِقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ

Liyunżira man kāna ḥayyaw wa yaḥiqqal-qaulu ‘alal-kāfirīn(a).

supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا خَلَقۡنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتۡ أَيۡدِينَآ أَنۡعَٰمٗا فَهُمۡ لَهَا مَٰلِكُونَ

Awalam yarau annā khalaqnā lahum mimmā ‘amilat aidīnā an‘āman fahum lahā mālikūn(a).

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?

وَذَلَّلۡنَٰهَا لَهُمۡ فَمِنۡهَا رَكُوبُهُمۡ وَمِنۡهَا يَأۡكُلُونَ

Wa żallalnāhā lahum fa minhā rakūbuhum wa minhā ya'kulūn(a).

Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.

وَلَهُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ

Wa lahum fīhā manāfi‘u wa masyārib(u), afalā yasykurūn(a).

Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةٗ لَّعَلَّهُمۡ يُنصَرُونَ

Wattakhażū min dūnillāhi ālihatal la‘allahum yunṣarūn(a).

Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.

لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَهُمۡ وَهُمۡ لَهُمۡ جُندٞٞ مُّحۡضَرُونَ

Lā yastaṭī‘ūna naṣrahum, wa hum lahum jundum muḥḍarūn(a).

Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

فَلَا يَحۡزُنكَ قَوۡلُهُمۡۘ إِنَّا نَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ

Falā yaḥzunka qauluhum, innā na‘lamu mā yusirrūna wa mā yu‘linūn(a).

Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

أَوَلَمۡ يَرَ ٱلۡإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقۡنَٰهُ مِن نُّطۡفَةٖ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ

Awalam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa'iżā huwa khaṣīmum mubīn(un).

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا وَنَسِيَ خَلۡقَهُۥۖ قَالَ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ

Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah(ū), qāla may yuḥyil-‘iẓāma wa hiya ramīm(un).

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?"

قُلۡ يُحۡيِيهَا ٱلَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٖۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ

Qul yuḥyīhal-lażī ansya'ahā awwala marrah(tin), wa huwa bikulli khalqin ‘alīm(un).

Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلۡأَخۡضَرِ نَارٗا فَإِذَآ أَنتُم مِّنۡهُ تُوقِدُونَ

Allażī ja‘ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nārā(n), fa'iżā antum minhu tūqidūn(a).

yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

أَوَلَيۡسَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخۡلُقَ مِثۡلَهُمۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ٱلۡعَلِيمُ

Awa laisal-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin ‘alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul-‘alīm(u).

Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang telah hancur? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Innamā amruhū iżā arāda syai'an ay yaqūla lahū kun fa yakūn(u).

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia.

فَسُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ

Fa subḥānal-lażī biyadihī malakūtu kulli syai'iw wa ilaihi turja‘ūn(a).

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

37 Surat As-Saffat Barisan-Barisan · ayat 1–182 الصّٰۤفّٰت

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا

Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).

Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya,

فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا

Faz-zājirāti zajrā(n).

dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),

فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا

Fat-tāliyāti żikrā(n).

dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,

إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ

Inna ilāhakum lawāḥid(un).

Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Esa.

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ

Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq(i).

Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ

Innā zayyannas-samā'ad-dun-yā bizīnatinil-kawākib(i).

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,

وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ

Wa ḥifẓam min kulli syaiṭānim mārid(in).

dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka,

لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٖ

Lā yassammā‘ūna ilal-mala'il-a‘lā wa yuqżafūna min kulli jānib(in).

setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.

دُحُورٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ

Duḥūraw wa lahum ‘ażābuw wāṣib(un).

Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,

إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ

Illā man khaṭifal-khaṭfata fa'atba‘ahū syihābun ṡāqib(un).

akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَهُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَم مَّنۡ خَلَقۡنَآۚ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّن طِينٖ لَّازِبِۭ

Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib(in).

Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

بَلۡ عَجِبۡتَ وَيَسۡخَرُونَ

Bal ‘ajibta wa yaskharūn(a).

Bahkan, kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.

وَإِذَا ذُكِّرُواْ لَا يَذۡكُرُونَ

Wa iżā żukkirū lā yażkurūn(a).

Dan apabila mereka diberi pelajaran, mereka tiada mengingatnya.

وَإِذَا رَأَوۡاْ ءَايَةٗ يَسۡتَسۡخِرُونَ

Wa iżā ra'au āyatay yastaskhirūn(a).

Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.

وَقَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٌ

Wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

Dan mereka berkata, "Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.

أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ

A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ

Awa ābā'unal-awwalūn(a).

Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"?

قُلۡ نَعَمۡ وَأَنتُمۡ دَٰخِرُونَ

Qul na‘am wa antum dākhirūn(a).

Katakanlah, "Ya, dan kamu akan terhina".

فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ فَإِذَا هُمۡ يَنظُرُونَ

Fa'innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa'iżā hum yanẓurūn(a).

Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka meIihatnya.

وَقَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا هَٰذَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ

Wa qālū yā wailanā hāżā yaumud-dīn(i).

Dan mereka berkata, "Aduhai celakalah kita!" Inilah hari pembalasan.

هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

Hāżā yaumul-faṣlil-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).

Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.

۞ ٱحۡشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزۡوَٰجَهُمۡ وَمَا كَانُواْ يَعۡبُدُونَ

Uḥsyurul-lażīna ẓalamū wa azwājahum wa mā kānū ya‘budūn(a).

(kepada malaikat diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,

مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهۡدُوهُمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡجَحِيمِ

Min dūnillāhi fahdūhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm(i).

selain Allah, maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡـُٔولُونَ

Waqifūhum innahum mas'ūlūn(a).

Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya,

مَا لَكُمۡ لَا تَنَاصَرُونَ

Mā lakum lā tanāṣarūn(a).

"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"

بَلۡ هُمُ ٱلۡيَوۡمَ مُسۡتَسۡلِمُونَ

Bal humul-yauma mustaslimūn(a).

Bahkan, mereka pada hari itu menyerah diri.

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ

Wa aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).

Sebagian dan mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan.

قَالُوٓاْ إِنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَأۡتُونَنَا عَنِ ٱلۡيَمِينِ

Qālū innakum kuntum ta'tūnanā ‘anil-yamīn(i).

Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan".

قَالُواْ بَل لَّمۡ تَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ

Qālū bal lam takūnū mu'minīn(a).

Pemimpin-pemimpin mereka menjawab, "Sebenarnya, kamulah yang tidak beriman".

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭۖ بَلۡ كُنتُمۡ قَوۡمٗا طَٰغِينَ

Wa mā kāna lanā ‘alaikum min sulṭān(in), bal kuntum qauman ṭāgīn(a).

Dan sekali-kali, kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.

فَحَقَّ عَلَيۡنَا قَوۡلُ رَبِّنَآۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ

Fa ḥaqqa ‘alainā qaulu rabbinā, innā lażā'iqūn(a).

Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).

فَأَغۡوَيۡنَٰكُمۡ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ

Fa agwainākum innā kunnā gāwīn(a).

Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.

فَإِنَّهُمۡ يَوۡمَئِذٖ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ

Fa innahum yauma'iżin fil-‘ażābi musytarikūn(a).

Maka sesungguhnya, mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ

Innā każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).

Sesungguhnya demikianlah, Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.

إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ

Innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn(a).

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lāilāha illallāh" (Tiada Tuhan yang berhak disembah, melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ

Wa yaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyā‘irim majnūn(in).

dan mereka berkata, "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"

بَلۡ جَآءَ بِٱلۡحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Bal jā'a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn(a).

Sebenarnya, dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).

إِنَّكُمۡ لَذَآئِقُواْ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَلِيمِ

Innakum lażā'iqul-‘ażābil-alīm(i).

Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.

وَمَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Wa mā tujzauna illā mā kuntum ta‘malūn(a).

Dan kamu tidak diberi pembalasan, melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ رِزۡقٞ مَّعۡلُومٞ

Ulā'ika lahum rizqum ma‘lūm(un).

Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu,

فَوَٰكِهُ وَهُم مُّكۡرَمُونَ

Fawākihu wa hum mukramūn(a).

yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.

فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Fī jannātin na‘īm(i).

di dalam surga-surga yang penuh nikmat.

عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ

‘Alā sururim mutaqābilīn(a).

di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.

يُطَافُ عَلَيۡهِم بِكَأۡسٖ مِّن مَّعِينِۭ

Yuṭāfu ‘alaihim bika'sim mim ma‘īn(in).

Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.

بَيۡضَآءَ لَذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ

Baiḍā'a lażżatil lisy-syāribīn(a).

(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

لَا فِيهَا غَوۡلٞ وَلَا هُمۡ عَنۡهَا يُنزَفُونَ

Lā fīhā gauluw wa lā hum ‘anhā yunzafūn(a).

Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.

وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ

Wa ‘indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi ‘īn(un).

Di sisi mereka, ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

كَأَنَّهُنَّ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ

Ka'annahum baiḍum maknūn(un).

seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ

Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).

Lalu, sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap.

قَالَ قَآئِلٞ مِّنۡهُمۡ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٞ

Qāla qā'ilum minhum innī kāna lī qarīn(un).

Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,

يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُصَدِّقِينَ

Yaqūlu a'innaka laminal-muṣaddiqīn(a).

yang berkata, "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ

A'iżā mitnā wa kunnā turāban a'innā lamadīnūn(a).

Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

قَالَ هَلۡ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ

Qāla hal antum muṭṭali‘ūn(a).

Berkata pulalah ia, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِي سَوَآءِ ٱلۡجَحِيمِ

Faṭṭala‘a fa ra'āhu fī sawā'il-jaḥīm(i).

Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.

قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرۡدِينِ

Qāla tallāhi in kitta laturdīn(i).

Ia berkata (pula), "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,

وَلَوۡلَا نِعۡمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ

Wa lau lā ni‘matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn(a).

jikalau tidaklah karena nikmat Tuhan-ku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).

أَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِينَ

Afamā naḥnu bimayyitīn(a).

Maka apakah kita tidak akan mati?

إِلَّا مَوۡتَتَنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ

Illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).

melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

Inna hāżā lahuwal-fauzul-‘aẓīm(u).

Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.

لِمِثۡلِ هَٰذَا فَلۡيَعۡمَلِ ٱلۡعَٰمِلُونَ

Limiṡli hāżā falya‘malil-‘āmilūn(a).

Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja"

أَذَٰلِكَ خَيۡرٞ نُّزُلًا أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ

Ażālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqūm(i).

(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zakum.

إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةٗ لِّلظَّٰلِمِينَ

Innā ja‘alnāhā fitnatal liẓ-ẓālimīn(a).

Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zakum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.

إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ

Innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīm(i).

Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jaḥīm.

طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ

Ṭal‘uhā ka'annahū ru'ūsusy-syayāṭīn(i).

mayangnya seperti kepala setan-setan.

فَإِنَّهُمۡ لَأٓكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ

Fa innahum la'ākilūna minhā fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).

Maka sesungguhnya, mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zakum itu.

ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبٗا مِّنۡ حَمِيمٖ

Ṡumma inna lahum ‘alaihā lasyaubam min ḥamīm(in).

Kemudian sesudah makan buah pohon zakum itu, pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.

ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ

Ṡumma inna marji‘ahum la'ilal-jaḥīm(i).

Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jaḥīm.

إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ

Innahum alfau ābā'ahum ḍāllīn(a).

Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaaan sesat.

فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ

Fahum ‘alā āṡārihim yuhra‘ūn(a).

Lalu, mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.

وَلَقَدۡ ضَلَّ قَبۡلَهُمۡ أَكۡثَرُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Wa laqad ḍalla qablahum akṡarul-awwalīn(a).

Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ

Wa laqad arsalnā fīhim munżirīn(a).

dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.

فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ

Fanẓur kaifa kāna ‘āqibatul-munżarīn(a).

Maka perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa tidak akan diazab).

وَلَقَدۡ نَادَىٰنَا نُوحٞ فَلَنِعۡمَ ٱلۡمُجِيبُونَ

Wa laqad nādānā nūḥun falani‘mal-mujībūn(a).

Sesungguhnya Nūḥ telah menyeru Kami, maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).

وَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ

Wa najjaināhu wa ahlahū minal-karbil-‘aẓīm(i).

Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.

وَجَعَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلۡبَاقِينَ

Wa ja‘alnā żurriyyatahū humul-bāqīn(a).

Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ

Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).

Dan Kami abadikan untuk Nūḥ itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ

Salāmun ‘alā nūḥin fil-‘ālamīn(a).

"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nūḥ di seluruh alam".

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.

ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ

Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).

Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.

۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبۡرَٰهِيمَ

Wa inna min syī‘atihī la'ibrāhīm(a).

Dan sesungguhnya Ibrāhīm benar-benar termasuk golongannya (Nūḥ).

إِذۡ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلۡبٖ سَلِيمٍ

Iż jā'a rabbahū biqalbin salīm(in).

(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhan-nya dengan hati yang suci.

إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَاذَا تَعۡبُدُونَ

Iż qāla li'abīhi wa qaumihī māżā ta‘budūn(a).

(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?

أَئِفۡكًا ءَالِهَةٗ دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ

A'ifkan ālihatan dūnallāhi turīdūn(a).

Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?

فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Famā ẓannukum birabbil-‘ālamīn(a).

Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"

فَنَظَرَ نَظۡرَةٗ فِي ٱلنُّجُومِ

Fa naẓara naẓratan fin-nujūm(i).

Lalu, ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٞ

Fa qāla innī saqīm(un).

Kemudian, ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit".

فَتَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ مُدۡبِرِينَ

Fa tawallau ‘anhu mudbirīn(a).

Lalu, mereka berpaling darinya dengan membelakang.

فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمۡ فَقَالَ أَلَا تَأۡكُلُونَ

Farāga ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūn(a).

Kemudian, ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka, lalu ia berkata, "Apakah kamu tidak makan?

مَا لَكُمۡ لَا تَنطِقُونَ

Mā lakum lā tanṭiqūn(a).

Mengapa kamu tidak menjawab?"

فَرَاغَ عَلَيۡهِمۡ ضَرۡبَۢا بِٱلۡيَمِينِ

Farāga ‘alaihim ḍarbam bil-yamīn(i).

Lalu, dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).

فَأَقۡبَلُوٓاْ إِلَيۡهِ يَزِفُّونَ

Fa aqbalū ilaihi yaziffūn(a).

Kemudian, kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.

قَالَ أَتَعۡبُدُونَ مَا تَنۡحِتُونَ

Qāla ata‘budūna mā tanḥitūn(a).

Ibrāhīm berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ

Wallāhu khalaqakum wa mā ta‘malūn(a).

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".

قَالُواْ ٱبۡنُواْ لَهُۥ بُنۡيَٰنٗا فَأَلۡقُوهُ فِي ٱلۡجَحِيمِ

Qālubnū lahū bun-yānan fa'alqūhu fil-jaḥīm(i).

Mereka berkata, "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrāhīm, lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".

فَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيۡدٗا فَجَعَلۡنَٰهُمُ ٱلۡأَسۡفَلِينَ

Fa arādū bihī kaidan faja‘alnāhumul-asfalīn(a).

Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهۡدِينِ

Wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīn(i).

Dan Ibrāhīm berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhan-ku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

رَبِّ هَبۡ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).

Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

فَبَشَّرۡنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٖ

Fa basysyarnāhu bigulāmin ḥalīm(in).

Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu'mar(u), satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīn(a).

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrāhīm, Ibrāhīm berkata, "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ

Falammā aslamā wa tallahū lil-jabīn(i).

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrāhīm membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ

Wa nādaināhu ay yā ibrāhīm(u).

Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrāhīm,

قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ

Inna hāżā lahuwal-balā'ul-mubīn(u).

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ

Wa fadaināhu biżibḥin ‘aẓīm(in).

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ

Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).

Kami abadikan untuk Ibrāhīm itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ

Salāmun ‘alā ibrāhīm(a).

(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrāhīm".

كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Każālika najzil-muḥsinīn(a).

Demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَبَشَّرۡنَٰهُ بِإِسۡحَٰقَ نَبِيّٗا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Wa basysyarnāhu bi'isḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn(a).

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Isḥāq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

وَبَٰرَكۡنَا عَلَيۡهِ وَعَلَىٰٓ إِسۡحَٰقَۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحۡسِنٞ وَظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ مُبِينٞ

Wa bāraknā ‘alaihi wa ‘alā isḥāq(a), wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn(un).

Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Isḥāq. Dan di antara anak cucunya, ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

وَلَقَدۡ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

Wa laqad manannā ‘alā mūsā wa hārūn(a).

Dan sesungguhnya, Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Hārūn.

وَنَجَّيۡنَٰهُمَا وَقَوۡمَهُمَا مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ

Wa najjaināhumā wa qaumahumā minal-karbil-‘aẓīm(i).

Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.

وَنَصَرۡنَٰهُمۡ فَكَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ

Wa naṣarnāhum fakānū humul-gālibīn(a).

Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang.

وَءَاتَيۡنَٰهُمَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلۡمُسۡتَبِينَ

Wa ātaināhumal-kitābal-mustabīn(a).

Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas.

وَهَدَيۡنَٰهُمَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ

Wa hadaināhumaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).

Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus.

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِمَا فِي ٱلۡأٓخِرِينَ

Wa taraknā ‘alaihimā fil-ākhirīn(a).

Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;

سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

Salāmun ‘alā mūsā wa hārūn(a).

(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Hārūn".

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُمَا مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Innahumā min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Wa inna ilyāsa laminal-mursalīn(a).

Dan sesungguhnya, Ilyās benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.

إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ

Iż qāla liqaumihī alā tattaqūn(a).

(ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?

أَتَدۡعُونَ بَعۡلٗا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ

Atad‘ūna ba‘law wa tażarūna aḥsanal-khāliqīn(a).

Patutkah kamu menyembah Baʻlan dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,

ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Allāha rabbakum wa rabba ābā'ikumul-awwalīn(a).

(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"

فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ

Fakażżabūhu fa'innahum lamuḥḍarūn(a).

Maka mereka mendustakannya karena itu mereka akan diseret (ke neraka),

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ

Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).

Dan Kami abadikan untuk Ilyās (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ

Salāmun ‘alā ilyāsīn(a).

(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyās."

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

وَإِنَّ لُوطٗا لَّمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Wa inna lūṭal laminal-mursalīn(a).

Sesungguhnya Lūṭ benar-benar salah seorang rasul.

إِذۡ نَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ

Iż najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).

(Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua,

إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ

Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).

kecuali seorang perempuan tua (istrinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.

ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ

Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).

Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain.

وَإِنَّكُمۡ لَتَمُرُّونَ عَلَيۡهِم مُّصۡبِحِينَ

Wa innakum latamurrūna ‘alaihim muṣbiḥīn(a).

Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,

وَبِٱلَّيۡلِۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Wa bil-lail(i), afalā ta‘qilūn(a).

dan pada waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Wa inna yūnusa laminal-mursalīn(a).

Sesungguhnya Yūnus benar-benar salah seorang rasul,

إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ

Iż abaqa ilal-fulkil-masyḥūn(i).

(ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan,

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ

Fa sāhama fakāna minal-mudḥaḍīn(a).

kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ

Faltaqamahul-ḥūtu wa huwa mulīm(un).

Maka, ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ

Falau lā annahū kāna minal-musabbiḥīn(a).

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ

Lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).

niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

۞ فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٞ

Fa nabażnāhu bil-‘arā'i wa huwa saqīm(un).

Kemudian, Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ

Wa ambatnā ‘alaihi syajaratam miy yaqṭīn(in).

Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ

Wa arsalnāhu ilā mi'ati alfin au yazīdūn(a).

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ

Fa'āmanū famatta‘nāhum ilā ḥīn(in).

Lalu, mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ

Fastaftihim alirabbikal-banātu wa lahumul-banūn(a).

Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), "Apakah untuk Tuhan-mu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki,

أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ

Am khalaqnal-malā'ikata ināṡaw wa hum syāhidūn(a).

atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?

أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ لَيَقُولُونَ

Alā innahum min ifkihim layaqūlūn(a).

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan,

وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ

Waladallāh(u), wa innahum lakāżibūn(a).

"Allah beranak". Dan sesungguhnya, mereka benar-benar orang yang berdusta.

أَصۡطَفَى ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ

Aṣṭafal-banāti ‘alal-banīn(a).

Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?

مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ

Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).

Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Afalā tażakkarūn(a).

Maka apakah kamu tidak memikirkan?

أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ

Am lakum sulṭānum mubīn(un).

Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?

فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ

Fa'tū bikitābikum in kuntum ṣādiqīn(a).

Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.

وَجَعَلُواْ بَيۡنَهُۥ وَبَيۡنَ ٱلۡجِنَّةِ نَسَبٗاۚ وَلَقَدۡ عَلِمَتِ ٱلۡجِنَّةُ إِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ

Wa ja‘alū bainahū wa bainal-jinnati nasabā(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūn(a).

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),

سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

Subḥānallāhi ‘ammā yaṣifūn(a).

Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari (dosa).

فَإِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ

Fa'innakum wa mā ta‘budūn(a).

Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,

مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ بِفَٰتِنِينَ

Mā antum ‘alaihi bifātinīn(a).

Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

إِلَّا مَنۡ هُوَ صَالِ ٱلۡجَحِيمِ

Illā man huwa ṣālil-jaḥīm(i).

kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.

وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٞ مَّعۡلُومٞ

Wa mā minnā illā lahū maqāmum ma‘lūm(un).

Tiada seorang pun di antara kami (malaikat), melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,

وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ

Wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffūn(a).

dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah).

وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ

Wa innā lanaḥnul-musabbiḥūn(a).

Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).

وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ

Wa in kānū layaqūlūn(a).

Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata,

لَوۡ أَنَّ عِندَنَا ذِكۡرٗا مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ

Lau anna ‘indanā żikram minal-awwalīn(a).

"Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,

لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Lakunnā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)".

فَكَفَرُواْ بِهِۦۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ

Fa kafarū bih(ī), fasaufa ya‘lamūn(a).

Tetapi, mereka mengingkarinya (Al-Qur`ān), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Wa laqad sabaqat kalimatunā li‘ibādinal-mursalīn(a).

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ

Innahum lahumul-manṣūrūn(a).

(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ

Wa inna jundanā lahumul-gālibūn(a).

Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ

Fatawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).

Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika.

وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ

Wa abṣirhum, fa saufa yubṣirūn(a).

Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ

Afabi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).

Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ

Fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā'a ṣabāḥul-munżarīn(a).

Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ

Wa tawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).

Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.

وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ

Wa abṣir, fasaufa yubṣirūn(a).

Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.

سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ

Subḥāna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn(a).

Maha Suci Tuhan-mu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.

وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Wa salāmun ‘alal-mursalīn(a).

Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.

وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

38 Surat Sad Sad · ayat 1–88 ص

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ

Ṣād, wal-qur'āni żiż-żikr(i).

Ṣād, demi Al-Qur`ān yang mempunyai keagungan.

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ

Balil-lażīna kafarū fī ‘izzatiw wa syiqāq(in).

Sebenarnya, orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.

كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٖ

Kam ahlaknā min qablihim min qarnin fanādaw wa lāta ḥīna manāṣ(in).

Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.

وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ وَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ

Wa ‘ajibū an jā'ahum munżirum minhum, wa qālal-kāfirūna hāżā sāḥirun każżāb(un).

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka dan orang-orang kafir berkata, "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".

أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ

Aja‘alal-ālihata ilāhaw wāḥidā(n), inna hāżā lasyai'un ‘ujāb(un).

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.

وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٞ يُرَادُ

Wanṭalaqal-mala'u minhum animsyū waṣbirū ‘alā ālihatikum, inna hāżā lasyai'uy yurād(u).

Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-Tuhan-mu; sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.

مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا ٱخۡتِلَٰقٌ

Mā sami‘nā bihāżā fil-millatil-ākhirah(ti), in hāżā illakhtilāq(un).

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah) tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ

A'unzila ‘alaihiż-żikru mim baininā, bal hum fī syakkim min żikrī, bal lammā yażūqū ‘ażāb(i).

mengapa Al-Qur`ān itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya, mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān-Ku dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.

أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡوَهَّابِ

Am ‘indahum khazā'inu raḥmati rabbikal-‘azīzil-wahhāb(i).

Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?

أَمۡ لَهُم مُّلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ فَلۡيَرۡتَقُواْ فِي ٱلۡأَسۡبَٰبِ

Am lahum mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, falyartaqū fil-asbāb(i).

Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

جُندٞٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ

Jundum mā hunālika mahzūmum minal-aḥzāb(i).

Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat pasti akan dikalahkan.

كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ

Każżabat qablahum qaumu nūḥiw wa ‘āduw wa fir‘aunu żul-autād(i).

Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nūḥ, ‘Ād, Firʻawn yang mempunyai tentara yang banyak,

وَثَمُودُ وَقَوۡمُ لُوطٖ وَأَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَحۡزَابُ

Wa ṡamūdu wa qaumu lūṭiw wa aṣḥābul-aikah(ti), ulā'ikal-aḥzāb(u).

dan Ṡamūd, kaum Lūṭ, dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).

إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ

In kullun illā każżabar-rusula faḥaqqa ‘iqāb(i).

Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.

وَمَا يَنظُرُ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ مَّا لَهَا مِن فَوَاقٖ

Wa mā yanẓuru hā'ulā'i illā ṣaiḥataw wāḥidatam mā lahā min fawāq(in).

Tidaklah yang mereka tunggu, melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang.

وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ

Wa qālū rabbanā ‘ajjil lanā qiṭṭanā qabla yaumil-ḥisāb(i).

Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab".

ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

Iṣbir ‘alā mā yaqūlūna ważkur ‘abdanā dāwūda żal-aid(i), innahū awwāb(un).

Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan dan ingatlah hamba Kami Dāwūd yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).

إِنَّا سَخَّرۡنَا ٱلۡجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحۡنَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ

Innā sakhkharnal-jibāla ma‘ahū yusabbiḥna bil-‘asyiyyi wal-isyrāq(i).

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dāwūd) pada waktu petang dan pagi,

وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ كُلّٞ لَّهُۥٓ أَوَّابٞ

Waṭ-ṭaira maḥsyūrah(tan), kullul lahū awwāb(un).

dan (Kami tundukkan pula), burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah.

وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ

Wa syadadnā mulkahū wa ātaināhul-ḥikmata wa faṣlal-khiṭāb(i).

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.

۞ وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ٱلۡمِحۡرَابَ

Wa hal atāka naba'ul-khaṣm(i), iż tasawwarul-miḥrāb(a).

Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar?

إِذۡ دَخَلُواْ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنۡهُمۡۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡۖ خَصۡمَانِ بَغَىٰ بَعۡضُنَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فَٱحۡكُم بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَلَا تُشۡطِطۡ وَٱهۡدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ

Iż dakhalū ‘alā dāwūda fafazi‘a minhum qālū lā takhaf, khaṣmāni bagā ba‘ḍunā ‘alā ba‘ḍin faḥkum bainanā bil-ḥaqqi wa lā tusyṭiṭ wahdinā ilā sawā'iṣ-ṣirāṭ(i).

Ketika mereka masuk (menemui) Dāwūd, lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

إِنَّ هَٰذَآ أَخِي لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ

Inna hāżā akhī, lahū tis‘uw wa tis‘ūna na‘jataw wa liya na‘jatuw wāḥidah(tun), faqāla aqfilnīhā wa ‘azzanī fil-khiṭāb(i).

Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata, "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan".

قَالَ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ وَأَنَابَ۩

Qāla laqad ẓalamaka bisu'āli na‘jatika ilā ni‘ājih(ī), wa inna kaṡīram minal-khulaṭā'i layabgī ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍin illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa qalīlum mā hum, wa ẓanna dāwūdu annamā fatannāhu fastagfara rabbahū wa kharra rāki‘aw wa anāb(a).

Dāwūd berkata, "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Dāwūd mengetahui bahwa Kami mengujinya, maka ia meminta ampun kepada Tuhan-nya, lalu menyungkur sujud dan bertobat.

فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ

Fa gafarnā lahū żālik(a), wa inna lahū ‘indanā lazulfā wa ḥusna ma'āb(in).

Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَٰكَ خَلِيفَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ

Yā dāwūdu innā ja‘alnāka khalīfatan fil-arḍi faḥkum bainan nāsi bil-ḥaqqi wa lā tattabi‘il-hawā fa yuḍillaka ‘an sabīlillāh(i), innal-lażīna yaḍillūna ‘an sabīlillāhi lahum ‘ażābun syadīdum bimā nasū yaumal-ḥisāb(i).

Hai Dāwūd, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.

وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا بَٰطِلٗاۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ

Wa mā khalaqnas-samā'a wal-arḍa wa mā bainahumā bāṭilā(n), żālika ẓannul-lażīna kafarū, fawailul lil-lażīna kafarū minan-nār(i).

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَٱلۡمُفۡسِدِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلۡمُتَّقِينَ كَٱلۡفُجَّارِ

Am naj‘alul-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti kal-mufsidīna fil-arḍ(i), am naj‘alul-muttaqīna kal-fujjār(i).

Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb(i).

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.

وَوَهَبۡنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَٰنَۚ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

Wa wahabnā lidāwūda wa sulaimān(a), ni‘mal-‘abd(u), innahū awwāb(un).

Dan Kami karuniakan kepada Dāwūd, Sulaymān, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya),

إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِيِّ ٱلصَّٰفِنَٰتُ ٱلۡجِيَادُ

Iż ‘uriḍa ‘alaihi bil-‘asyiyyiṣ-ṣāfinātul-jiyād(u).

(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang pada waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.

فَقَالَ إِنِّيٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ

Fa qāla innī aḥbabtu ḥubbal-khairi ‘an żikri rabbī, ḥattā tawārat bil-ḥijāb(i).

maka ia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhan-ku sampai kuda itu hilang dari pandangan".

رُدُّوهَا عَلَيَّۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ

Ruddūhā ‘alayy(a), faṭafiqa masḥam bis-sūqi wal-a‘nāq(i).

"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu, ia potong kaki dan leher kuda itu b.

وَلَقَدۡ فَتَنَّا سُلَيۡمَٰنَ وَأَلۡقَيۡنَا عَلَىٰ كُرۡسِيِّهِۦ جَسَدٗا ثُمَّ أَنَابَ

Wa laqad fatannā sulaimāna wa alqainā ‘alā kursiyyihī jasadan ṡumma anāb(a).

Dan sesungguhnya, Kami telah menguji Sulaymān dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertobat.

قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li'aḥadim mim ba‘dī, innaka antal-wahhāb(u).

Ia berkata, "Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".

فَسَخَّرۡنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦ رُخَآءً حَيۡثُ أَصَابَ

Fasakhkharnā lahur-rīḥa tajrī bi'amrihī rukhā'an ḥaiṡu aṣāb(a).

Kemudian, Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,

وَٱلشَّيَٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٖ وَغَوَّاصٖ

Wasy-syayāṭīna kulla bannā'iw wa gawwāṣ(in).

dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam,

وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ

Wa ākharīna muqarranīna fil-aṣfād(i).

dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu.

هَٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمۡنُنۡ أَوۡ أَمۡسِكۡ بِغَيۡرِ حِسَابٖ

Hāżā ‘aṭā'unā famnun au amsik bigairi ḥisāb(in).

Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.

وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ

Wa inna lahū ‘indanā lazulfā wa ḥusna ma'āb(in).

Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ أَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بِنُصۡبٖ وَعَذَابٍ

Ważkur ‘abdanā ayyūb(a), iż nādā rabbahū annī massaniyasy-syaiṭānu binuṣbiw wa ‘ażāb(in).

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyūb ketika ia menyeru Tuhan-nya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan".

ٱرۡكُضۡ بِرِجۡلِكَۖ هَٰذَا مُغۡتَسَلُۢ بَارِدٞ وَشَرَابٞ

Urkuḍ birijlik(a), hāżā mugtasalum bāriduw wa syarāb(un).

(Allah berfirman), "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.

وَوَهَبۡنَا لَهُۥٓ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Wa wahabnā lahū ahlahū wa miṡlahum ma‘ahum raḥmatam minnā wa żikrā li'ulil-albāb(i).

Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.

وَخُذۡ بِيَدِكَ ضِغۡثٗا فَٱضۡرِب بِّهِۦ وَلَا تَحۡنَثۡۗ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ صَابِرٗاۚ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ

Wa khuż biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā taḥnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā(n), ni‘mal-‘abd(u), innahū awwāb(un).

Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyūb) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).

وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ أُوْلِي ٱلۡأَيۡدِي وَٱلۡأَبۡصَٰرِ

Ważkur ‘ibādanā ibrāhīma wa isḥāqa wa ya‘qūba ulil-aidī wal-abṣār(i).

Dan ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrāhīm, Isḥāq, dan Ya`qūb yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.

إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُم بِخَالِصَةٖ ذِكۡرَى ٱلدَّارِ

Innā akhlaṣnāhum bikhāliṣatin żikrad-dār(i).

Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.

وَإِنَّهُمۡ عِندَنَا لَمِنَ ٱلۡمُصۡطَفَيۡنَ ٱلۡأَخۡيَارِ

Wa innahum ‘indanā laminal-muṣṭafainal-akhyār(i).

Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.

وَٱذۡكُرۡ إِسۡمَٰعِيلَ وَٱلۡيَسَعَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ وَكُلّٞ مِّنَ ٱلۡأَخۡيَارِ

Ważkur ismā‘īla wal-yasa‘a wa żal-kifl(i), wa kullum minal-akhyār(i).

Dan ingatlah akan Ismā`īl, Ilyasa` dan Żulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.

هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ

Hāżā żikr(un), wa inna lil-muttaqīna laḥusna ma'āb(in).

Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,

جَنَّٰتِ عَدۡنٖ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ

Jannāti ‘adnim mufattaḥatal lahumul-abwāb(u).

(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,

مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا يَدۡعُونَ فِيهَا بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ

Muttaki'īna fīhā yad‘ūna fīhā bifākihatin kaṡīratiw wa syarāb(in).

di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.

۞ وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ أَتۡرَابٌ

Wa ‘indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi atrāb(un).

Dan di sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ

Hāżā mā tū‘adūna liyaumil-ḥisāb(i).

Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.

إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ

Ina hāżā larizqunā mā lahū min nafād(in).

Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.

هَٰذَاۚ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٖ

Hāżā, wa inna liṭ-ṭāgīna lasyarra ma'āb(in).

Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,

جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ

Jahannam(a), yaṣlaunahā, fabi'sal-mihād(u).

(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal.

هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ وَغَسَّاقٞ

Hāżā, falyażūqūhu ḥamīmuw wa gassāq(un).

Inilah (azab neraka); biarlah mereka merasakannya; (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.

وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ

Wa ākharu min syaklihī azwāj(un).

Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.

هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ

Hāżā faujum muqtaḥimum ma‘akum, lā marḥabam bihim, innahum ṣālun-nār(i).

(Dikatakan kepada mereka), "Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)". (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka), "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka".

قَالُواْ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ

Qālū bal antum lā marḥabam bikum, antum qaddamtumūhu lanā, fabi'sal-qarār(u).

Pengikut-pengikut mereka menjawab, "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat menetap".

قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ

Qālū rabbanā man qaddama lanā hāżā fazidhu ‘ażāban ḍi‘fan fin-nār(i).

Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka."

وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ

Wa qālū mā lanā lā narā rijālan kunnā na‘udduhum minal-asyrār(i).

Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).

أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ

Attakhażnāhum sikhriyyan am zāgat ‘anhumul-abṣār(u).

Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?"

إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقّٞ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ

Inna żālika laḥaqqun takhāṣumu ahlin-nār(i).

Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka.

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ

Qul innamā ana munżir(un), wa mā min ilāhin illallāhul-wāḥidul-qahhār(u).

Katakanlah (ya Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ

Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumal-‘azīzul-gaffār(u).

Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

قُلۡ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ

Qul huwa naba'un ‘aẓīm(un).

Katakanlah, "Berita itu adalah berita yang besar,

أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ

Antum ‘anhu mu‘riḍūn(a).

yang kamu berpaling darinya.

مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ

Mā kāna liya min ‘ilmim bil-mala'il-a‘lā iż yakhtaṣimūn(a).

Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang almalā`il ‘alā (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.

إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ

Iy yūḥā ilayya illā annamā ana nażīrum mubīn(un).

Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata".

إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ

Iż qāla rabbuka lil-malā'ikati innī khāliqum basyaram min ṭīn(in).

(Ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".

فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ

Fa'iżā sawwaituhū wa nafakhtu fīhi mir rūḥī faqa‘ū lahū sājidīn(a).

Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".

فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ

Fasajadal-malā'ikatu kulluhum ajma‘ūn(a).

Lalu, seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,

إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Illā iblīs(a), istakbara wa kāna minal-kafirīn(a).

kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.

قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ

Qāla yā iblīsu mā mana‘aka an tasjuda limā khalaqtu biyadayy(a), astakbarta am kunta minal-‘ālīn(a).

Allah berfirman, "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"

قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ

Qāla ana khairum minhu khalaqtanī min nāriw wa khalaqtahū min ṭīn(in).

Iblis berkata, "Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".

قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ

Qāla fakhruj minhā fa'innaka rajīm(un).

Allah berfirman, "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,

وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

Wa inna ‘alaika la‘natī ilā yaumid-dīn(i).

Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ

Qāla rabbi fa'anẓirnī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).

Iblis berkata, "Ya Tuhan-ku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ

Qāla fa'innaka minal-munẓarīn(a).

Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ

Ilā yaumil-waqtil-ma‘lūm(i).

sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)".

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ

Qāla fabi‘izzatika la'ugwiyannahum ajma‘īn(a).

Iblis menjawab, "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Illā ‘ibādaka minhumul-mukhlaṣīn(a).

kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ

Qāla fal-ḥaqq(u), wal-ḥaqqa aqūl(u).

Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan".

لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ

La'amla'anna jahannama minka wa mimman tabi‘aka minhum ajma‘īn(a).

Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.

قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ

Qul mā as'alukum ‘alaihi min ajriw wa mā ana minal-mutakallifīn(a).

Katakanlah (hai Muhammad), "Aku tidak meminta upah sedikit pun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.

إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ

In huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).

Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.

وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعۡدَ حِينِۭ

Wa lata‘lamunna naba'ahū ba‘da ḥīn(in).

Dan sesungguhnya, kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Qur`ān setelah beberapa waktu lagi.

39 Surat Az-Zumar Rombongan · ayat 1–31 الزمر

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Kitab (Al-Qur`ān ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ

Innā anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi fa‘budillāha mukhliṣal lahud-dīn(a).

Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`ān) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ فِي مَا هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ كَٰذِبٞ كَفَّارٞ

Alā lillāhid-dīnul-khāliṣ(u), wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'(a), mā na‘buduhum illā liyuqarribūnā ilallāhi zulfā, innallāha yaḥkumu bainahum fī mā hum fīhi yakhtalifūn(a), innallāha lā yahdī man huwa kāżibun kaffār(un).

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ سُبۡحَٰنَهُۥۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ

Wa lau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā'(u), subḥānah(ū), huwallāhul-wāḥidul-qahhār(u).

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيۡلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيۡلِۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمًّىۗ أَلَا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ

Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq(i), yukawwirul-laila ‘alan-nahāri wa yukawwirun nahāra ‘alal-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar(a), kulluy yajrī li'ajalim musammā(n), alā huwal-‘azīzul-gaffār(u).

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan; masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ

Khalaqakum min nafsiw wāḥidatin ṡumma ja‘ala minhā zaujahā wa anzala lakum minal-an‘āmi ṡamāniyata azwāj(in), yakhluqukum fī buṭūni ummahātikum khalqam mim ba‘di khalqin fī ẓulumātin ṡalāṡ(in), żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk(u), lā ilāha illā huw(a), fa'annā tuṣrafūn(a).

Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan darinya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡۖ وَلَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَۖ وَإِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

In takfurū fa'innallāha ganiyyun ‘ankum, wa lā yarḍā li‘ibādihil-kufr(a), wa in tasykurū yarḍahu lakum, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, ṡumma ilā rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhan-mulah kembalimu, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.

۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ضُرّٞ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعۡمَةٗ مِّنۡهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدۡعُوٓاْ إِلَيۡهِ مِن قَبۡلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادٗا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦۚ قُلۡ تَمَتَّعۡ بِكُفۡرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ

Wa iżā massal-insāna ḍurrun da‘ā rabbahū munīban ilaihi ṡumma iżā khawwalahū ni‘matan minhu nasiya mā kāna yad‘ū ilaihi min qablu wa ja‘ala lilllāhi andādal liyuḍilla ‘an sabīlih(ī), qul tamatta‘ bikufrika qalīlā(n), innaka min aṣḥābin-nār(i).

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhan-nya dengan kembali kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".

أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدٗا وَقَآئِمٗا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Amman huwa qānitun ānā'al-laili sājidaw wa qā'imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjū raḥmata rabbih(ī), qul hal yastawil-lażīna ya‘lamūna wal-lażīna lā ya‘lamūn(a), innamā yatażakkaru ulul-albāb(i).

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya? Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ

Qul yā ‘ibādil-lażīna āmanuttaqū rabbakum, lil-lażīna aḥsanū fī hāżihid-dun-yā ḥasanah(tun), wa arḍullāhi wāsi‘ah(tun), innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bigairi ḥisāb(in).

Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-mu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ

Qul innī umirtu an a‘budallāha mukhliṣal lahud-dīn(a).

Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

Wa umirtu li'an akūna awwalal-muslimīn(a).

Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri".

قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ

Qul innī akhāfu in ‘aṣaitu rabbī ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).

Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhan-ku".

قُلِ ٱللَّهَ أَعۡبُدُ مُخۡلِصٗا لَّهُۥ دِينِي

Qulillāha a‘budu mukhliṣal lahū dīnī.

Katakanlah, "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku".

فَٱعۡبُدُواْ مَا شِئۡتُم مِّن دُونِهِۦۗ قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَأَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ

Fa‘budū mā syi'tum min dūnih(ī), qul innal-khāsirīnal-lażīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yaumal-qiyāmah(ti), alā żālika huwal-khusrānul-mubīn(u).

Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ

Lahum min fauqihim ẓulalum minan-nāri wa min taḥtihim ẓulal(un), żālika yukhawwifullāhu bihī ‘ibādah(ū), yā ‘ibādi fattaqūn(i).

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah, Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku, hai hamba-hamba-Ku.

وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰۚ فَبَشِّرۡ عِبَادِ

Wal-lażīnajtanabuṭ-ṭāgūta ay ya‘budūhā wa anābū ilallāhi lahumul-busyrā, fabasysyir ‘ibād(i).

Dan orang-orang yang menjauhi ṭāgūt, (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,

ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Allażīna yastami‘ūnal-qaula fa yattabi‘ūna aḥsanah(ū), ulā'ikal-lażīna hadāhumullāhu wa ulā'ika hum ulul-albāb(i).

yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَيۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي ٱلنَّارِ

Afaman ḥaqqa ‘alaihi kalimatul-‘ażāb(i), afa'anta tunqiżu man fin-nār(i).

Apakah (kamu hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?

لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ غُرَفٞ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٞ مَّبۡنِيَّةٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ

Lākinil-lażīnattaqau rabbahum lahum gurafum min fauqihā gurafum mabniyyah(tun), tajrī min taḥtihal-anhār(u), wa‘dallāh(i), lā yukhlifullāhul-mī‘ād(a).

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَلَكَهُۥ يَنَٰبِيعَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Alam tara annallāha anzala minas-samā'i mā'an fasalakahū yanābī‘a fil-arḍi ṡumma yaj‘aluhū ḥuṭāmā(n), ina fī żālika lażikrā li'ulil-albāb(i).

Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٖ مِّن رَّبِّهِۦۚ فَوَيۡلٞ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ

Afaman syaraḥallāhu ṣadrahū lil-islāmi fahuwa ‘alā nūrim mir rabbih(ī), fawailul lil-qāsiyati qulūbuhum min żikrillāh(i), ulā'ika fī ḍalālim mubīn(in).

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhan-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَٰبٗا مُّتَشَٰبِهٗا مَّثَانِيَ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَقُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٍ

Allāhu nazzala aḥsanal-ḥadīṡi kitābam mutasyābiham maṡāniy(a), taqsya‘irru minhu julūdul-lażīna yakhsyauna rabbahum, ṡumma talīnu julūduhum wa qulūbuhum ilā żikrillāh(i), żālika hudallāhi yahdī bihī may yasyā'(u), wa may yuḍlilillāhu famā lahū min hād(in).

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`ān yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang; gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pemberi petunjuk baginya.

أَفَمَن يَتَّقِي بِوَجۡهِهِۦ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ وَقِيلَ لِلظَّٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ

Afamay yattaqī biwajhihī sū'al-‘ażābi yaumal-qiyāmah(ti), wa qīla liẓ-ẓālimīna żūqū mā kuntum taksibūn(a).

Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu, balasan apa yang telah kamu kerjakan".

كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ

Każżabal-lażīna min qablihim fa'atāhumul-‘ażābu mi ḥaiṡu lā yasy‘urūn(a).

Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلۡخِزۡيَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ

Fa ażāqahumullāhul-khizya fil-ḥayātid-dun-yā, wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).

Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.

وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٖ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ

Wa laqad ḍarabnā lin-nāsi fī hāżal-qur'āni min kulli maṡalil la‘allahum yatażakkarūn(a).

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur`ān ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.

قُرۡءَانًا عَرَبِيًّا غَيۡرَ ذِي عِوَجٖ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ

Qur'ānan ‘arabiyyan gaira żī ‘iwajil la‘allahum yattaqūn(a).

(Ialah) Al-Qur`ān dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا رَّجُلٗا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَٰكِسُونَ وَرَجُلٗا سَلَمٗا لِّرَجُلٍ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ

Ḍaraballāhu maṡalar rajulan fīhi syurakā'u mutasyākisūna wa rajulan salamal lirajulin hal yastawiyāni maṡalā(n), al-ḥamdu lillāh(i), bal akṡaruhum lā ya‘lamūn(a).

Allah membuat perumpamaan, (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

إِنَّكَ مَيِّتٞ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

Innaka mayyituw wa innahum mayyitūn(a).

Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).

ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمۡ تَخۡتَصِمُونَ

Ṡumma innakum yaumal-qiyāmati ‘inda rabbikum takhtaṣimūn(a).

Kemudian, sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhan-mu.

Terjemahan dari King Fahad Quran Complex; latin dan tafsir dari Kementerian Agama RI. Audio murattal dari everyayah.com. Arti dan suara per kata dari quran.com.

Tafsir

Tafsir Kementerian Agama RI.